Infonitas > Serpong > Pendidikan >

Wisuda UMN Angkat Tema Industri 4.0

Selasa, 4 Desember 2018 | 10:10 WIB

Editor : Oktaviani

Reporter : Alfi Dinilhaq

Wisuda Universitas Multimedia Nusantara.
Wisuda Universitas Multimedia Nusantara.
Foto : Alfi Dinilhaq

UMN sebagai lembaga pendidikan tinggi terpanggil untuk mempersiapkan generasi unggul dan siap menghadapi kemajuan teknologi.

SERPONG - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan Wisuda XIV UMN di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhihition (ICE) BSD City, Sabtu (1/12). 

Sebanyak 886 mahasiswa meraih gelar sarjana dan siap untuk menghadapi tantangan Industri Era 4.0. Membangun SDM Unggul di Era Industri 4.0 menjadi tema pada wisuda kali ini. 

Para lulusan UMN ini memiliki jiwa adaptif, inovatif, serta berorientasi pada pemecahan masalah di Era Industri 4.0. Mereka juga sudah bekerja dan berwirausaha sebelum wisuda.

Ninok Leksono, Rektor UMN mengatakan bahwa generasi muda harus berusaha lebih keras dan belajar lebih banyak agar memilki sifat adiptif, inovatif, serta berorientasi pada pemecahan masalah.

"Peluang akan terbuka jika generasi muda berusaha lebih keras dan belajar lebih banyak, karena dari hal itu peluang akan terbuka. Ada jiwa baru yang harus dikembangkan oleh pemuda yaitu adaptif atau mudah menyesuaikan diri, inovatif atau berusaha menemukan hal baru, dan berorientasi pada pemecahan masalah serta bekerja dalam tim dengan semangat kolaboratif," jelasnya. 

Ninok melanjutkan bahwa UMN sebagai lembaga pendidikan tinggi terpanggil untuk mempersiapkan generasi unggul dan siap menghadapi kemajuan teknologi, serta awas terhadap berbagai perkembangan yang ada.

"UMN terus mempersiapkan diri dengan perubahan yang dihadapi di Era Industri 4.0. Selain menerapkan metode pembelajaran yang kolaboratif, UMN juga mempersiapkan lulusannya untuk memiliki jiwa yang antusias terhadap tantangan," paparnya. 

Sebagai keynote speaker hadir Hadjar Seti Adji, Direktur Human Capital Management PT Waskita Karya. Dalam pemaparannya di depan lulusan UMN dia menjelaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus bisa memandang Era Industri 4.0 ini sebagai peluang.

"Peluang tersebut bisa dibaca jika manusia mampu memanfaatkan teknologi, bukan sebaliknya. Manusia harus terus mengembangkan unsur-unsur yang tidak bisa digapai oleh kemampuan robotik," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perkembangan Era Industri 4.0 akan mendorong manusia untuk berinovasi. 

"Hanya ada dua pilihan bagi manusia dalam Era Industri 4.0 yaitu beralih mengikuti perkembangan atau terdisrupsi. Tergantung manusianya, Era Industri 4.0 bisa menjadi ancaman atau peluang,” pungkasnya.