Infonitas > Serpong > Laporan Utama >

Tangerang Selatan Siap Menjadi Smart City di Tahun 2021

Rabu, 5 Desember 2018 | 08:40 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Alfi Dinilhaq

Airin Rachmi Diany
Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat sosialisasi mengenai program smart city.
Foto : Alfi Dinilhaq

Salah satu tantangan untuk mewujudkan smart city di Tangerang Selatan adalah, membiasakan masyarakat dan aparat menggunakan teknologi informasi.

TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan menjadi sebagai kota pintar atau smart city pada tahun 2021 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dalam kegiatan Sosialisasi Hambatan dan Tantangan Program Smart City di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Banten, Senin (3/12).

Dalam kesempatan tersebut, Airin mengungkapkan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, yang telah memilih Kota Tangsel sebagai salah satu dari 100 Kota Smart City yang dibimbing langsung oleh Kementerian Kominfo.

“Tentu kita akan melihat dan memotret ada dimana posisi smart city Tangsel, sehingga harapan kita dengan sosialisasi ini, akan menjadi acuan dan blueprint targetnya seperti apa. Kami ingin dapat masukannya dari bapak ibu dalam rangka konsisten mewujudkan program smart city,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Lota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot sedang membuat masterplan smart city, dan ditargetkan terwujud di tahun 2021. "Kalau terkait dengan visi, misi dan target 2021, makanya sejak periode pertama dan dilanjutkan periode kedua semakin gencar mewujudkan smart city," ujarnya.

Benyamin melanjutkan, untuk mewujudkan hal tersebut ia telah membangun aplikasi di hampir setiap dinas yang terintegrasi dan memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya aplikasi pengaduan masyarakat bernama Sistem Aplikasi Pelaporan dan Penugasan (SIARAN). Dalam sebulan, lanjutnya, ada lebih dari 100 pengaduan yang dilaporkan masyarakat. Paling banyak terkait fasilitas penerangan jalan umum, kemacetan, dan sampah.

"Setelah laporan masuk, dinas terkait segera menindaklanjuti. Akan ada tanda merah jika dinas terkait tak juga menanggapi laporan tersebut. Pemkot juga memasang 100 kamera CCTV di tempat-tempat strategis dan rawan kejahatan. Bahkan akan menambah jumlah CCTV agar bisa terpasang dan mengawasi keamanan di tiap persimpangan, maupun fasilitas umum. Pemkot Tangsel juga akan memperbanyak jaringan internet atau WiFi di ruang publik seperti taman kota, puskesmas, dan sekolah,” papar Benyamin.

Ia menambahkan, salah satu kendala penerapan smart city yaitu, membiasakan warga dan aparat di Tangerang Selatan menggunakan teknologi informasi yang sudah dibuat.  "Kendala ada pada kulturnya. Kalau teknologi bisa kami kejar, anggaran bisa diciptakan. Tapi budaya kerja itu, kultur kita menggunakan teknologi informasi sebagai basis dari smart city itu yang harus segera dilakukan perubahan," pungkasnya.