Infonitas > Serpong > Laporan Utama >

IGRA Kota Tangerang Gelar Manasik Haji

Senin, 8 Oktober 2018 | 14:01 WIB

Editor : Oktaviani

Reporter : Alfi Dinilhaq

Manasik Haji IGRA Kota Tangerang.
Manasik Haji IGRA Kota Tangerang.
Foto : istimewa

Manasik Haji yang digelar IGRA Kota Tangerang bertujuan untuk menanamkan keimanan kepada anak sejak dini.

TANGERANG - Setelah beberapa waktu lalu IGTK Se-Kota Tangerang, kini giliran (Ikatan Guru Raudhatul Athfal) IGRA Se-Kota Tangerang  mengadakan Pelatihan dan Pendidikan Manasik Haji di Masjid Raya Al-A’zhom, Sabtu (06/10/2018).

Dalam sambutannya Sachrudin mengatakan bahwa manasik ini bertujuan untuk menanamkan ketaqwaan dan keimanan kepada anak-anak sejak dini serta sebagai pembelajaran untuk anak-anak, bahwa iman dan taqwa timbul dari dalam diri kita sejak kecil.

Ia berpesan kepada orang tua untuk memerhatikan pendidikan anak termasuk dengan mengikuti manasik haji, sehingga mengetahui rukun islam yang diajarkan.

”Semoga setelah ini orang tuanya yang naik haji,” ujarnya.

Sachrudin juga menilai pelatihan dan pendidikan manasik haji sangat bermanfaat bukan hanya untuk peserta didik saja, tetapi juga untuk guru dan orang tua. Karena kegiatan ini harus terus dilakukan sehingga karakter anak terbentuk.

”Justru anak kita harus bisa jadi contoh buat anak lain, para orang tua juga jangan sampai anak terkena pengaruh negatif."

Sementara, Ketua IGRA Kota Tangerang Ninin Nuraini Shodiq menuturkan dengan mengusung tema “Menanamkan Rasa Keimanan dan Ketaqwaan Sejak Dini Menuju Generasi Islami yang Berakhlakul Karimah”, ia berharap manasik haji ini bisa melahirkan generasi penerus Kota Tangerang yang mampu menjadi tumpuan bangsa dan agama.

“Anak-anak IGRA Kota Tangerang tak hanya sabar, tetapi kuat jasmani dan rohaninya. Dan mereka saat besar nanti termotivasi untuk menunaikan ibadah haji ke Kota Mekkah,” paparnya.

Kegiatan manasik ini diawali dengan peragaan wukuf, melontar jumroh, thawaf, sa’i, dan tahallul. Dalam pelatihan ini anak-anak hanya didampingi oleh guru pendamping, tanpa orang tuanya. Wali murid tidak diperbolehkan memasuki area manasik, guna menciptakan kekhusyuan dan membangun kemandirian anak-anak.