Infonitas > Puri > Laporan Utama >

Viral, Curhatan Wanita di Cengkareng Setelah Wisuda

Kamis, 7 Desember 2017 | 15:43 WIB

Editor : Waritsa Asri

Sumber : Dbs

Instagram Imas
Instagram Imas
Foto : istimewa

Sebuah curhatan setelah wisuda berasal dari wanita asal Cengkareng mendadak viral hingga mendapat mendapat 10.770 like dan 592 comment.

CENGKARENG – Setiap mahasiswa tentu menunggu momen wisuda setelah menjalani masa perkuliahan. Seorang wanita berkerudung biru dan berbaju wisuda lengkap dengan toga serta ijazah saat berpose di pusara sang ibunda mendadak viral.

Mahasiswi yang memiliki nama akun @imaspermatas itu merupakan angkatan tahun 2013 yang baru saja resmi menyandang gelar Sarjana Ekonomi dengan IPK 3.40 dari Universitas Trisakti pada Sabtu (2/12/2017).

Imas menjadi perhatian lantaran curahan hatinya di Instagram saat memposting foto tersebut.

Ini postingan Imas di instagramnya:

"Andai mama masih ada, mungkin kah aku akan bahagia seperti mereka? bisa dihadiri dengan orangtua yang masih lengkap.

Mah.. terpenuhilah sudah salah Satu janji ku kepada mu, disaat kau menyernyitkan dahi seraya menahan sakit mu, kau selalu bilang akan berusaha hadir di moment wisuda ku, berpakaian yang bagus seperti orang tua lain nya, tapi Allah lain, Allah lebih sayang mama.. Maah..

maaf kan anak mu yg selalu meneteskan air mata saat teringat akan diri mu, bagaimana tidak, aku selalu teringat dengan kalimati ini "Dan Apabila tertutup mata ibu mu, maka hilanglah Satu keberkatan di sisi Allah SWT yaitu doa seorang ibu"

Dibenak ku,ya Allah betapa sengsara nya anak piatu seperti ku, sudah ditinggal ibu ditambah lagi kehilangan berkat doa seorang ibu  tapi aku yakin Allah tidak akan setega itu tehadap umat Nya. Percayalah..Mukjizat Allah itu nyata.

Maah, semoga anak mama perempuan satu2 ini semakin kuat,dewasa dan dapat sukses dunia Akhirat. Amiiinn YRA"

Imas sendiri merupakan anak ke empat dari lima bersaudara yang kini tinggal di Jalan Kapuk Poglar RT 07 RW 01, Cengkareng, Jakarta Barat.

Ia mengungkapkan sang ibunda tidak dapat mendampinginya karena mengalami sakit maag dan vertigo selama sebulan juga sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng. Akan tetapi, semakin hari kondisinya pun memburuk hingga 29 September 2017, Ibu Imas menghembuskan nafas terakhirnya dan dimakamkan di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.

"Mamaku meninggal 29 September lalu karena sakit komplikasi. Sudah dirawat tapi kondisinya terus menurun sampai tidak bisa bergerak," ungkap Imas.

Imas mengungkapkan bila sang Ibunda sangat bergembira menunggu Ia mencapai gelar tersebut.

"Mama excited karena aku mau wisuda, pas lagi sakit mama sering tanya nanti wisuda harus pakai baju apa, dan aku bilang harus pakai baju yang bagus dong," ungkapnya.Bagi Imas, ibunya adalah sosok orangtua yang hebat dan perhatian kepada semua anaknya.Ibunya pun kerap kali menanyakan perkembangan kuliah Imas.

"Mama selalu nanyain perkembangan kuliah aku, dari aku semester enam sudah nanya kapan wisudanya. Sebelum sidang mama selalu ingetin untuk belajar supaya lancar," sambungnya.

Ia sendiri tidak mengira fotonya akan seviral ini, sampai hari ini postingan Imas sudah mendapat 10.770 like dan 592 comment.

"Aku cuma pengen seperti teman-teman foto dengan orang tua yang lengkap, cuma bedanya mereka di studio kalau aku sudah dibatasi dengan tanah yang dirumputi dan batu nisan bertuliskan nama mama," tutupnya.

Meskipun tidak didampingi ibunya, Imas tetap bersyukur dan senang karena ayah dan adiknya mendampingi saat wisuda kemarin.

Imas pun merasakan sedih yang teramat dalam karena semua berubah ketika mama telah tiada.

"Kalau sudah enggak ada tuh berasa banget, semua berubah karena mama setiap hari full dirumah. Biasanya setiap pagi ada yang bikinin sarapan, siang ada mama dirumah, jadi berasa banget bedanya sekarang," katanya.

Ketika ditanya mengenai cita-cita dan harapan, Imas menjawab sambil menghela nafas "Pengen nyokap kembali, tapikan enggak bisa ya," ucapnya.

Imas berpesan untuk selalu menyayangi orangtua, menuruti apa yang orangtua harapkan, sekolah yang rajin, dan jangan sia-siakan orang tua selagi masih ada.

"Aku cuma pengen seperti teman-teman foto dengan orang tua yang lengkap, cuma bedanya mereka di studio kalau aku sudah dibatasi dengan tanah yang dirumputi dan batu nisan bertuliskan nama mama," tuturnya.