Infonitas > Puri > Laporan Utama >

Pledoi Ditolak, Terdakwa Ajukan Bukti Baru Kasus Pulau Pari

Rabu, 10 Oktober 2018 | 14:00 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Adi Wijaya

Sidang penyerobotan lahan Pulau Pari berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara
Sidang penyerobotan lahan Pulau Pari berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara
Foto : Adi Wijaya

Terdakwa Ajukan Bukti Baru Kasus Pulau Pari seperti sertifikat tanah.

TAMAN SARI - Meski pledoi Ditolak Majelis Hakim, Kuasa Hukum terdakwa Sulaiman, Nelson Nicodemus mengajukan bukti baru. Bukti tersebut sempat menjadi perdebatan sebelum akhirnya disetujui oleh hakim setelah sempat menskorsing sidang selama 45 menit.

"Yang tadi kita lampirkan sebetulnya bukti bukti bahwa tanah itu punya Tasim. Jadi Sulaeman itu taunya tanah Tasim, dia tidak tau tanahnya itu tanah Pintarso karena Pintarso tidak pernah ada di situ," ucap Nelson, Rabu (10/10/2018).

Selain itu, dirinya juga melampirkan sertifikat di perkara pengadilan yang tidak pernah ada pengukuran yang dilakukan Badan Pertanahan Negara (BPN) Jakarta Utara. Hal itu lah yang kemudian membuat Ombudsman menilai BPN melanggar aturan dan tidak sesuai SOP.

Dalam bukti tersebut, Nelson menjabarkan mengenai foto udara, perjanjian jual beli pihak pihak perusahaan swasta seperti XL dan Indosat kepada Mat Lebar.

Dari versi Nelson, diketahui Mat Lebar yang merupakan ayah dari Tasim menjual tanah itu kepada Surdin. Sementara Sulaeman bekerja kepada Surdin untuk mengurusi homestay.

"Tanggapan kita ada banyak hal yg tidak tepat untuk hukum acara. Dia bilang saksi yang di BAP bisa ditulis fakta persidangan ngga bisa. Orang ngga hadir di jadikan fakta sidang" tegas Nelson saat menanggapi Replik JPU.

Sidang selanjutnya akan kembali digelar minggu depan. Lampiran bukti baru yang diberikan Nelson membuat Hakim kembali meminta Replik atau tanggapan atas bukti tersebut.