Infonitas > Puri > Laporan Utama >

Kunjungi Kalijodo, Ibu Negara Timur Leste Apresiasi Kampung KB

Kamis, 28 Juni 2018 | 18:55 WIB

Editor : Galih Pratama

Reporter : Adi Wijaya

Ibu Negara Timur Leste, Cidalia Mozinho Lu Olo  saat mengunjungi Kampung KB, Kalijodo.
Ibu Negara Timur Leste, Cidalia Mozinho Lu Olo saat mengunjungi Kampung KB, Kalijodo.
Foto : Adi Wijaya

Ibu Negara Timur Leste Cidalia Mozinho Lu Olo tak menyangka Kampung KB di Kalijodo mengalami perkembangan pesat menjadi program terintegrasi.

TAMBORA - Ibu Negara Timur Leste, Cidalia Mozinho Lu Olo menyempatkan diri berkunjung ke Kampung Keluarga Berencana (KB) Kalijodo, Jakarta Barat. Apresiasi disampaikannya atas kemajuan pesat pengembangan program milik Badan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dalam sambutannya, wanita nomor satu di Timur Leste itu mengakui telah mengenal program KB sebelum referendum pemisahan diri Timur Leste dari Indonesia, pada 1999 silam. Tak disangkanya, program tersebut mengalami kemajuan pesat yang kini menjadi program terintegrasi.

"Saya tahu program KB sebelum 1999 lalu. Awalnya saya pikir hanya sebatas dua anak cukup. Tapi peranan BKKBN ternyata lebih luas dari yang saya duga sebelumnya," kata Cidalia Mozinho Lu Olo, saat ditemui di Kampung KB Kalijodo, Jakarta Barat, Kamis (28/6/2018).

Menurutnya, program BKKBN jangan disalah artikan sebagai program pemberhentian untuk kepemilikan anak. Namun, program ini sangat penting kelangsungan interaksi masyarakat. Terutama kemajuan perempuan dalam mengurus keluarga.

"KBBKN ini dapat mewujudkan keluarga lebih sehat dan efisien. Sebagaimana kita ketahui, perempuan punya peranan penting dalam keluarga. Dengan adanya program BKKBN ini, sebetulnya bisa membantu perempuan untuk bisa berinteraksi dari tingkat masyarakat hingga nasional," ungkapnya.

Senada dengannya, Pelaksana Tugas Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo menerangkan, Kampung KB merupakan satuan wilayah setingkat RW atau dusun yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan pembangunan sektor terkait. Dilaksanakan secara sistemik dan sistematis. Program tersebut juga upaya untuk memastikan masyarakat Indonesia melaksanakan konsep hidup sehat dan sejahtera.

"Seluruhnya sejak tahun 2016 sampai sekarang sudah sekitar 14 ribu. Mudah-mudahan akhir tahun 2018 ini kita selesai membangun sekitar 21 ribu kampung KB di seluruh indonesia," tutupnya.