Infonitas > Puri > Laporan Utama >

Kasus Pulau Pari, JPU Tolak Pledoi Terdakwa

Rabu, 10 Oktober 2018 | 13:54 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Adi Wijaya

Sidang penyerobotan lahan Pulau Pari berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara
Sidang penyerobotan lahan Pulau Pari berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara
Foto : Adi Wijaya

JPU Arif Suryana menolak pledoi terdakwa Sulaeman, yang keberatan terhadap tuntutan hakim

TAMAN SARI - Sidang penyerobotan lahan Pulau Pari berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arif Suryana menolak pledoi terdakwa Sulaeman, yang keberatan terhadap tuntutan hakim.

“Saksi Surdin yang dihadirkan tidak bisa dianggap. Sebab Surdin merupakan terdakwa juga,” kata Arif Suryana di hadapan Hakim Ketua, Ramses Pasaribu, Rabu (10/10/2018).

Sebelumnya Majelis Hakim menuntut Sulaeman hukuman setahun enam bulan lantaran dianggap secara sah melakukan penyerobotan lahan 4.999 meter milik Pintarso.

Dalam menanggapi Pledoi melalui Repliknya, Arif melihat penolakan yang dilakukan kuasa hukum terdakwa Sulaeman tak ubahnya menginginkan Sulaeman bebas hukum. Ia tak setuju dengan keberatan Kuasa Hukum Sulaeman yang melihat saksi tidak datang. 

"Kami tidak sependapat atau sangat mengada-ada atau tidak masuk akal. Dengan kata lain, ini merupakan rekayasa dengan memutarbalikkan fakta persidangan atau hanya permainan kata-kata dari penasihat Hukum," ucap Arif. 

Arif yang kala itu menjadi Jaksa pengganti, melihat justru keterangan Surdin dan Tasim yang tidak bisa dimasukkan dalam keterangan saksi meringankan. JPU melihat keterangan keduanya tidak bisa dilakukan karena sebagai Terdakwa

"Surdin dalam perkara ini adalah tersangka yang belum tertangkap. Artinya kehadiran Surdin dalam persidangan ini bukan sebagai saksi melainkan sebagai tersangka. Oleh karena itu, keterangan Surdin juga tidak dibenarkan oleh Undang undang yang berlaku pasal 168 huruf a KUHAP," tutupnya.