Infonitas > Puri > Laporan Utama >

Bermodal Saklar, Komplotan Bobol ATM di Kebon Jeruk

Jumat, 12 Oktober 2018 | 18:00 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Adi Wijaya

Barang bukti yang diamankan oleh polisi
Barang bukti yang diamankan oleh polisi
Foto : Adi Wijaya

Komplotan tersebut membobol mesin ATM dengan bermodal saklar. Aliran arus listrik mesin ATM sebelumnya dimatikan saat pengambilan uang.

KEBON JERUK - Polisi membekuk pria berinisial Z (25) di kawasan Permata Hijau, Kebayoran, Jakarta Selatan. Pria tersebut diketahui telah membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Ruko Fotocopy Mandiri, Jalan Raya Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Josman Harianja mengatakan, pelaku membobol mesin ATM bersama dua rekannya berinisial R dan A, Minggu (7/10/2018). Keduanya masih diburu lantaran kabur saat penangkapan.

"Dua orang temannya sudah dapat kita identifikasi. Dalam pengejaran tim buser dan Jatanras Polsek Kebon Jeruk," kata Josman, saat ditemui di Mapolsek Kebon Jeruk, Jumat (12/10/2018).

Dijelaskannya, komplotan tersebut membobol mesin ATM dengan bermodal alat pemutus arus listrik atau saklar. Aliran arus listrik mesin ATM sebelumnya dimatikan saat pengambilan uang.

"Jadi mereka mengambil uang melalui kartu ATM yang mereka miliki. Setelah uang berada dibibir mesin, arus dimatikan dengan saklar tambahan. Saat uang keluar, bibir mesin ditahan dan mesin pun dicongkel untuk mengambil uang di dalam mesin ATM tersebut," jelasnya.

Dari Camera Closed Circuit Television (CCTV), diterangkannya komplotan beraksi sebanyak lima kali pada mesin ATM tersebut di hari yang sama. Merasa curiga, warga sekitar pun mencurigai  komplotan hingga kabur menggunakan mobil bernopol B 1072 VES, saatanya aktivitasnya di dalam ruang ATM.

"Ini warga mencurigai komplotan itu. Saat mereka kabur, warga mengejar dan hingga akhirnya melaporkan polisi. Ditangkaplah salah satu pelaku berinisial Z tersebut," tutupnya.

Atas aksinya tersebut, kini Z harus merasakan dinginnya lantai sel tahanan Mapolsek Kebon Jeruk. Dia pun diancam dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Pemberatan. Terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.