Infonitas > Pluit kapuk > Properti >

Principal Ray White PIK: Lisensi Agen Properti Sangat Penting

Kamis, 7 Desember 2017 | 17:20 WIB

Editor : Arif Muhamad Rian

Reporter : Farid Hidayat

Ilustrasi Bisnis Properti
Ilustrasi Bisnis Properti
Foto : istimewa

Adanya lisensi tersebut dianggap penting menjelang dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

PENJARINGAN - Sejak tiga tahun silam, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengeluarkan keputusan No 343 Tahun 2015 tentang penetapan standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) kategori real estate golongan pokok bidang perantaraan perdagangan properti.

Dalam peraturan tersebut ditetapkan bahwa setiap agen properti wajib memiliki sertifikat atau lisensi profesi agen. Lisensi tersebut dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti Indonesia yaitu lembaga pelaksana kegiatan yang ditunjuk oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Adanya lisensi tersebut dianggap penting menjelang dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan lisensi yang dimiliki, diharapkan broker dalam negeri siap berkompetisi dengan agen atau klien asing.

Hal tersebut pun sudah dilakukan oleh Ray White Pantai Indah Kapuk. Principal Ray White Pantai Indah Kapuk, Surya Wijaya mengatakan, kebanyakan dari agen properti sudah mengikuti peraturan tersebut. Surya pun menanggapi perihal lisensi tersebut dengan baik. Artinya, pemerintah sudah mengakui pekerjaan para agen properti.

"Kami memang ingin pemerintah mengatur. Kami sudah terdaftar agen sudah tersertifikasi dua perwakilan kami. Sangat bagus dengan adanya seperti itu, kenapa, karena kalau tidak diatur banyak agen lokal tidak punya branding, kelemahan apa jadi suka membanting komisi, standarnya komisi 2 sampai 3 persen mereka bisa sampai terima setengah persen sampai 1 persen terima," ujarnya kepada Infonitas.com, Kamis (7/12/2017).

Namun, kata Surya, ada satu kendala yang harus dihadapi. Untuk mendapatkan lisensi tersebut, persyaratan yang harus dilengkapi cukup berat. Tak hanya itu, biaya untuk mendapatkan lisensinya terbilang cukup mahal, yaitu Rp 5 juta.

Selain itu, agen properti baru juga tidak bisa langsung mengajukan pembuatan lisensi. Sebab, dalam persyaratan mereka harus memiliki pengalaman setidaknya 2-3 tahun menjadi agen properti.

"Sebelum mengajukan lisensi ke LSP Broker Properti Indonesia yang berkantor di Menteng, kantor broker juga harus memberi lisensi internal kepada agennya. Setiap agen yang ingin mengajukan sertifikasi harus memiliki lisensi internal untuk diakui sebagai certified broker," pungkasnya.