Infonitas > Pluit kapuk > Laporan Utama >

'Salah Alamat', Kasus Eksekusi Pagar di Kapuk Indah Kedepankan Mediasi

Kamis, 6 Desember 2018 | 09:55 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Adi Wijaya

Eksekusi pagar di Kapuk Indah, Penjaringan.
Eksekusi pagar di Kapuk Indah, Penjaringan.
Foto : Adi Wijaya

Kasus eksekusi pagar di Kapuk Indah masih pro kontra. Kuasa hukum tergugat menganggap objek eksekusi 'salah alamat'.

PENJARINGAN - Kuasa Hukum tergugat Chandra Gunawan, Marbun Purba masih menganggap eksekusi pagar dan dinding pekan lalu salah alamat. Meski begitu, proses mediasi tetap dikedepankan dalam pencarian keadilan.

"Kami melihat eksekusi tembok dan pagar besi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara salah alamat, karena lokasi belum resmi menjadi fasos dan fasum berdasarkan surat Satpol PP DKI," ujar Marbun, saat dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018).

Tanah tersebut belum pernah dibebaskan untuk dijadikan jalan oleh Pemprov DKI Jakarta. Dalam surat jawaban resmi tertanggal 20 Mei 2016 yang ditandatangai Kepala Satuan Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta hasil rapat antara Dinas Bina Marga Pemprov DKI dan Dinas Penataan Kota Pemprov DKI menyebut area tersebut merupakan peruntukan rencana jalan.

"Klien kami belum menerima ganti rugi atas penyerahan aset kepada Pemprov DKI Jakarta. Lokasi yang disengketakan ini berada kurang lebih 100 meter dari pagar dan tembok yang dibongkar dan bukan objek sengketa," ujarnya.

Di tempat terpisah, Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Umar menerangkan, pihaknya hanya menjalankan tugas eksekusi dari amar putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara tertanggal 24 Oktober 2018. Yakni, eksekusi dengan merobohkan pagar dan dinding yang menghalangi akses jalan menuju objek sengketa SHM 9258 Kapuk Muara.

"Luas objek sengketa di sana seluas 2.900 meter persegi dan obyek tanah girik C nomor 40 seluas 3.985 meter persegi," tutupnya.


 
 
 
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait