Infonitas > Pluit kapuk > Laporan Utama >

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Bekuk Pemalsu STNK - BPKB

Jumat, 14 Sepember 2018 | 11:02 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Adi Wijaya

Bisnis STNK Palsu
AKP M. Faruq saat merilis kasus pemalsuan STNK dan BPKB.
Foto : istimewa

Keberhasilan Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap praktik pemalsuan ini, bermula dari postingan bisnis jasa para pelaku di Facebook.

TANJUNGPRIOK – Tim Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap dan membekuk pelaku pemalsuan STNK dan BPKB. Tiga pelaku berhasil diamankan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, masing-masing berinisial RB (32), ST (23) dan SP (19).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP M Faruq mengatakan, tersangka menjual STNK dan BPKB palsu melalui jejaring sosial Facebook. Penyebaran penjualan pun ke seluruh wilayah Indonesia. "Sementara ini ada tiga tersangka. Mereka kakak-beradik," kata Faruq, saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/9/2018).

Lebih jauh ia menerangkan, STNK dan BPKB palsu diproduksi ketiganya dengan menggunakan alat cetak dan sudah berlangsung selama delapan bulan. "Satu STNK atau BPKB dijual sekitar Rp 1-2 juta. Tidak ada syarat dalam pembuatan. Hanya tinggal memesan dari Facebook, kemudian mentransfer sejumlah uang sesuai pesanannya itu. Setelah beres, STNK atau BPKB palsu dikirim melalui jasa ekspedisi," jelasnya.

Secara kasat mata, STNK dan BPKB palsu tak terlihat perbedaan mencolok dengan yang asli. Perbedaan terdapat pada hologram, nomor registrasi dan stempel. "Jenis kertasnya juga berbeda. Kertas yang digunakan oleh mereka itu di-print menyerupai yang asli," tutupnya.

Atas perbuatannya itu, ketiga tersangka kini mendekam di tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka dijerat dengan Pasal 263 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.