Infonitas > Pluit kapuk > Laporan Utama >

Bulan Berkah Bagi Penjual Timun Suri di Pluit

Senin, 14 Mei 2018 | 18:59 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Adi Wijaya

Timun suri
Timun suri.
Foto : Adi Wijaya

Dalam hitungan hari, umat muslim akan menunaikan puasa Ramadan. Bulan suci ini juga menjadi berkah bagi pedagang timun suri di kawasan Pluit.

PENJARINGAN - Timun suri kembali menghiasi sudut kios pasar tradisional ibu kota. Buah yang identik muncul di bulan Ramadan itu nampak dijajakan pedagang di Pasar Tradisional Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pedagang Timun Suri Nandang (34) mengatakan sudah tiga hari berjualan timun suri. Pedagang yang keseharian berjualan buah itu mengakui animo masyarakat terhadap timun suri sudah mulai meningkat.

"Iya ini jualan timun suri hanya semasa bulan Ramadan saja. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Nandang, saat ditemui di Pasar Muara Angke, Peluruhan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (14/5/2018).

Dijelaskannya, penjualan timun suri selama Ramadan dapat mencapai dua ton. Timun suri dijualnya seharga Rp 10 ribu per kilogram. Namun tak menutup kemungkinan timun suri dijual per buah.

"Ya mudah-mudahan tahun ini bisa lebih dari dua ton. Lumayan buat biaya pulang kampung ke Madura, Jawa Timur nanti," ucapnya.

Sementara itu, warga Muara Angke, Rosyana (42) mengungkapkan kerinduannya terhadap timun suri. Menurutnya, buah tersebut hanya didapatkan semasa bulan Ramadan saja.

"Timun suri cuma ada bulan puasa saja. Kalo bulan biasa ngga ada yang jual. Timun suri juga baik untuk kesehatan, terutama mencegah panas dalam saat berpuasa," tutupnya.