Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Waspada, Peredaran Liquid Vape Mengandung Narkotika di Kelapa Gading

Kamis, 1 November 2018 | 08:40 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Adi Wijaya

kriminal
Pengungkapan jaringan produsen liquid vape bermuatan Narkotika di Kelapa Gading, Rabu (31/10/2018).
Foto : Adi Wijaya

Jaringan produsen liquid vape mengandung Narkotika terkuak. Polisi berhasil mengungkapnya di sejumlah lokasi di Jakarta.

KELAPA GADING - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap home industry di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Penggerebekan terkait praktik produksi liquid vape berkandungan methylenedioxy methamphetamine (MDMA) atau dengan nama tenar ekstasi.

Pantauan infonitas.com, rumah tersebut berlantai dua. Memiliki garasi yang mampu memarkirkan satu unit mobil. Bangunan rumah nampak kokoh dan tergolong mewah. Namun sayang, rumah tak terawat sehingga berserakan kotoran hewan di lantai. Begitu pun sejumlah barang yang tak lagi bertuan.

Lantai satu rumah digunakan sebagai lokasi modifikasi alat vape, seperti penempelan stiker hingga pemasangan hasil racik liquid vape berkandungan Narkotika. Serta, sebagai gudang penyimpanan vape siap edar.

Sementara di lantai dua, digunakan sebagai lokasi proses produksi. Satu ruangan khusus dijadikan layaknya laboratorium. Berisi berbagai macam peralatan dan bahan kimia. Lengkap dengan sejumlah lemari penyimpan hasil racikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kasus itu diungkap bertahap. Total 11 tersangka dengan berbagai peran diamankan, yakni berinisial TM (21), BUS (26), BR (21), DIK (24), DIL (23), KIM (21), SEP (22), DAN (28), VIK (20), AD (27), dan AR (18). Para Tersangka diamankan diberbagai lokasi. 

"Rumah tersebut sudah dalam keadaan kosong saat kita gerebek. Sebab, pengendali yang masih daftar pencarian orang (DPO), yakni TY dan LT. Tapi pelaku yang sempat kabur menggunakan mobil berhasil kami cegah dan menikam sejumlah barang bukti," kata Argo, saat ditemui di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (31/10/2018).

Meski rumah dalam keadaan kosong,  petugas menemukan berbagai barang bukti vape racikan dan peralatan laboratorium. 

Satu unit vape yang dijual seharga Rp 350 ribu - 400 ribu tersebut beromset hingga Rp 140 juta dalam sehari. Dalam sebulan, pencapaian omsetnya senilai Rp 4,2 miliar. 

Tak hanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin menerangkan, pengungkapan kasus itu juga berada di Jakarta Selatan, yakni kawasan Senopati, Pasar Minggu, dan Hotel Kaisar. Serta Apartemen Basura, Jakarta Timur dan Apartemen Pakaian, Jakarta Utara.

"Untuk pemasarannya, mereka memiliki group media sosial (medsos). Pengantaran pesanan menggunakan jasa ojek online dan ekspedisi. Barang racikan pun selalu berbeda (seasoning). tersangka terus meng-update berbagai rasa liquid vape tersebut," tutupnya.

Dari pengungkapan tersebut, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tentang Narkotika. Diancam pidana mati, seumur hidup atau paling singkat enam tahun penjara.