Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Proyek LRT Sebabkan Pendapatan Parkir Elektronik Turun

Kamis, 7 Desember 2017 | 19:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Sumber : DBS

Parkir Elektronik di Jalan Boulevard Raya
Parkir Elektronik di Jalan Boulevard Raya
Foto : R Maulana Yusuf

Proyek pembangunan LRT Kelapa Gading-Velodrome sebabkan pendapatan parkir PT Elang Mata Biru turun atau tak sesuai target.

JAKARTA – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Fase I Kelapa Gading-Velodrome berdampak terhadap pendapatan parkir dari operator setempat. Sebut saja PT Elang Mata Biru, pendapatan parkir hingga jelang akhir tahun 2017 baru mencapai 50 persen atau sekitar Rp 4,7 miliar dari target yang ditentukan sebesar Rp 6,9 miliar.

Kepala UP Parkir Dishub DKI Jakarta Theodore Sianturi mengatakan, Masa kontrak Pemprov DKI dengan PT Mata Elang Biru telah habis pada tanggal 3 Desember 2017. Hal ini menyebabkan mesin-mesin parkir di tiga wilayah di Jakarta dicabut. Diantaranya, kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Jalan Falatehan, Jakarta Selatan dan Kelapa Gading Boulevard, Jakarta Utara dengan total 111 buah mesin parkir.

"Menurut peneropongan kami, pengerjaan LRT salah satu penyebabnya, tapi masih kita kaji lebih lanjut sebab lainnya," jelasnya dikutip dari kompas.com pada Kamis (7/12/2017).

Ia mengatakan, jelang akhir 2017, pendapatan parkir yang dihasilkan dari kerja sama ini baru mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan. Tahun ini terjadi penurunan pendapatan. Pada tahun 2016 Rp 6,9 miliar dan target kita 2017 Rp 8 miliar, tetapi sampai November baru sekitar Rp 4,7 miliar saja.

“Kemungkinan target tidak tercapai," katanya.