Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Polisi Ciduk Pendiri Pabrik Liquid Vape Electric Narkotika di Kelapa Gading

Kamis, 8 November 2018 | 16:19 WIB

Editor : Oktaviani

Reporter : Adi Wijaya

Polisi memamerkan barang bukti kasus liquid vape electric.
Polisi memamerkan barang bukti kasus liquid vape electric.
Foto : Adi Wijaya

Sampai saat ini polisi masih mengejar tersangka yang berinisial GUN.

KELAPA GADING - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali mengungkap pabrik liquid vape electric berkandungan Narkotika, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kali ini, polisi menyiduk pasangan suami istri (pasutri) pendiri pabrik, berinisial TY (28) dan DW (25). 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, terungkapnya pasutri tersebut merupakan hasil penyelidikan para tersangka yang ditangkap sebelumnya. Hasilnya mengerucut kepada pasutri tersebut. 

Istri berinisial DW ditangkap saat berada di kediamannya, di Jalan Kebembem V Nomor 30 RT012/013 Kelurahan Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Sedangkan sang suami, TY merupakan seorang narapidana rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur. Dia ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) akibat terjerat kasus ganja Gorila.

"Pasutri ini pendiri pabrik liquid vape electric berkandungan Narkotika. TY mengendalikan semua operasional di luar lapas, sedangkan DW ikut membantunya," kata Argo, saat ditemui di Jalan Janur Elok VII QH5 Nomor 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin menerangkan, penangkapan dilakukan kepada tersangka berinisial VIN (26), HAM (26) dan COK (35). Tersangka VIN dan HAM turut membantu pengadaan bahan baku Narkotika yang diperoleh dari tersangka COK. Ketiganya juga berada dalam Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

"Pengungkapan ini berkat kerjasama koordinasi petugas Lapas. Semua pengendali dalam kasus ini ada di sana (lapas). Sedangkan yang mengerjakan pabrik merupakan tersangka yang kita tangkap sebelumnya," terang Calvin.

Lanjutnya, masih ada tersangka yang masih dalam pengejaran. Yakni berinisial GUN. Dia berperan sebagai pengadaan bahan baku liquid vape electric Narkotika hasil pesanan tersangka COK. Salah satu yang pernah dipesannya yakni 100 butir excstasy berwarna merah.

"Total tersangka yang kita dapatkan berjumlah 18 orang. Termasuk para peracik hingga pengantar barang. Keseluruhannya dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dijerat hukuman maksimal 20 tahun penjara," tutupnya.