Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Penasaran dengan Ok Otrip? Ini Rutenya di Jakut

Jumat, 12 Januari 2018 | 20:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Chandra Purnama

Tahapan layanan transportasi OK Otrip
Tahapan layanan transportasi OK Otrip
Foto : Yatti Febriningsih

Bagi warga yang penasaran dengan program Pemprov DKI Jakarta, yakni Ok Otrip, ini rutenya yang berada di wilayah Jakarta Utara (Jakut).

TANJUNG PRIOK - Program transportasi Ok Otrip akan mulai di uji coba, Senin (15/1/2018). Program ini akan diuji coba selama tiga bulan mulai Januari hingga April mendatang. Di wilayah Jakarta Utara terdapat dua rute, yakni Warakas-Tanjung Priok dan kawasan Cilincing.

Adapun perincian jalur yang terlintasi oleh Ok Otrip, pertama rute Warakas dimulai dari terminal Tanjung Priok melalui jalan Enggano - Jalan Enim Raya - jalan Gorontalo- jalan Warakas Raya - Jalan Bakti - Jalan Bugis - Jalan Swasembada Raya - Jalan Gotong royong - Jalan Yos Sudarso - Halte Walikota Jakarta Utara lalu putaran balik di depan Polres Jakarta Utara. Kemudian angkutan berputar melewati rute yang sama menuju terminal Tanjung Priok.

Untuk rute Cilincing dimulai dari Simpang Lima Semper kemudian ke jalan Raya tugu - jalan Cakung Cilincing Raya - putar balik - jalan Cakung Cilincing Raya - jalan Marya Kebantenan - jalan Kebantenan I - jalan Sungai Landak - jalan Akses Marunda - jalan Cilincing Landak - jalan Sarang Bango - jalan Kampung Sungai Tiram - jalan Sarang Bango - jalan Marunda 1 dan jalan Sungai Kendal. Begitu juga rute kembali.

"Rute ini terintegrasi dengan Transjakarta koridor 10. Operator angkutan umumnya dengan Kolamas Jaya APB JU03. Jadi selama durasi tiga jam, sejak tap pertama hanya Rp 3.500. Satu rutenya kita siapkan ada 17 armada. Untuk angkutan yang ikut Ok Otrip ada stikernya nanti, wilayah Cilincing operatornya Koperasi Wahana Kalpika (KWK)," ucap Kasudin Perhubungan Pemkot Jakarta Utara Benhard Hutajulu dalam acara sosialisasi program Ok Otrip di kantor Sudin Perhubungan Jakarta Utara, Jumat (12/1/2018).

Nantinya, bagi warga yang ingin menikmati Ok Otrip cukup membayar Rp 5.000. Namun, selama masa uji coba, hanya dikenakan tarif Rp 3.500. “Pembayaran menggunakan kartu elektronik bertanda Ok Otrip yang dapat dibeli Rp 40.000 dengan saldo Rp 20.000 di dalamnya," ucap Benhard.