Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Pelaku Pesta Lem Aibon di Koja Anak Putus Sekolah

Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:48 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Adi Wijaya

Bocah pelaku pesta lem aibon saat diamankan di Mapolsek Koja, Kamis (11/10/2018)
Bocah pelaku pesta lem aibon saat diamankan di Mapolsek Koja, Kamis (11/10/2018)
Foto : Adi Wijaya

Nurliana (37), salah satu orangtua bocah pelaku pesta lem aibon mengakui bahwa anaknya harus putus sekolah saat kelas 6 SD kerena keterbatasan ekonomi.

KOJA - Sedikitnya 25 bocah diamankan di Mapolsek Koja lantaran kedapatan berpesta lem Aibon, Kamis (11/10/2018) dini hari.

17 bocah diperbolehkan kembali ke rumah usai dijemput orangtua dan meneken perjanjian cabut Kartu Jakarta Pintar (KJP), jika kembali melakukan hal serupa.

Salah satu orang tua bocah yang ditangkap, Nurliana pasrah anaknya harus menjalani pembinaan lanjutan di Panti Sosial Cipayung, Jakarta Timur. Sebab, anaknya tersebut sudah putus sekolah sejak dua tahun lalu.

"Ya harusnya sekarang sudah SMP. Dia ngga sekolah lagi sejak kelas enam SD," kata Nurliana, saat ditemui di Mapolsek Koja, Jakarta Utara, Kamis (11/10/2018).

Kecurigaan anaknya ditangkap polisi disadari sejak pagi tadi. Diakuinya memang anaknya kerap keluar rumah hingga tengah malam setiap harinya. Namun kali ini, anaknya tidak pulang hingga mentari menampakan diri.

"Biasanya dia kan pulang. Kok sekarang ngga pulang. Dapet informasi dari tetangga katanya anak saya ditangkap polisi," jelasnya.

Soal putus sekolah, dia beralasan tidak lagi memiliki biaya. Terpaksa anaknya harus puas mengenyam pendidikan di kelas enam SD. 

"Jujur saya ini ngga punya biaya. Dulu dia sekolah, tapi saya ngga punya uang terpaksa dia ngga sekolah lagi," tutupnya.