Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Mantan Pilot Senior Garuda Indonesia Berkomentar Soal JT 610

Jumat, 9 November 2018 | 10:12 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : R Maulana Yusuf

hotman
Sumber foto @hotmanparisofficial.
Foto : istimewa

Mantan pilot senior Garuda Indonesia turut mengomentari kasus pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh dan menewaskan 189 penumpang.

KELAPA GADING - Capt Rendy, mantan Senior Pilot Garuda Indonesia datang ke Kopi Johny, Jumat (9/11/2018). Kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, dia menyampaikan pendapatnya mengenai kasus pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang akhir Oktober lalu.

Rendy menduga telah terjadi kerusakan sensor angle of attack di pesawat jenis Boeing 737 Max8 tersebut. Kerusakan mengakibatkan muncul sinyal palsu kepada komputer. 

"Membuat pesawat dipaksa turun hidungnya oleh komputer sehingga pesawat crash. Angle of attack sensor merupakan safety future yang seharusnya menyelamatkan pilot. Tetapi apa yang terjadi," ungkap pria yang sudah lebih dari 30 tahun melanglang buana di dunia penerbangan sebagai pilot ini seperti dikutip infonitas.com dari @hotmanparisofficial hari ini.

Seharusnya, kata Capt Rendy, pesawat tersebut di grounded saat tiba di Jakarta. "Sebab, menurut kesaksian para penumpang dari Denpasar ke Jakarta, pesawat terbang seperti roller coaster, naik turun. Ini indikasi kerusakan sensor angle of attack," ucapnya.

Capt Rendy datang ke Kopi Johny Kelapa Gading bersama istri dan dua mantan pramugari yang salah satunya adalah Laura Lazarus, mantan pramugari lion air yang selamat dalam kecelakaan pada 2004 di solo.

Hotman Paris sangat mengapresiasi pendapat Capt Rudy. Ini menjadi bukti bahwa masih banyak orang yang mau menunjukkan rasa kemanusiannya. "Tidak seperti lu semua, profesor doctor hukum yang hanya menunggu gelarnya dipajang di batu nisan," sahut Hotman. 

Sekiranya 181 penumpang dan 8 kru pesawat meninggal dunia. Hingga Rabu (7/11/2018), 185 kantong jenazah yang sudah masuk ke Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri, Jakarta.