Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Kasus KDRT di Jakarta Utara Meningkat Tiap Tahun

Selasa, 13 Maret 2018 | 16:57 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Adi Wijaya

Robert M. Tacoy
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Robert M. Tacoy foto bersama.
Foto : Adi Wijaya

Kasus KDRT semakin meningkat tiap tahun. Tercatat, terjadi 10 kasus KDRT sepanjang 2017.

TANJUNG PRIOK - Berbagai Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kerap terjadi dalam lingkungan keluarga. Bahkan, tak jarang kasus tersebut hingga menyebabkan korban tewas. 

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Robert M. Tacoy menyampaikan, KDRT tertagih dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004. Yakni, KDRT diartikan setiap perbuatan seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis.

"Termasuk penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan," kata Robert, saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Di Jakarta Utara, kasus KDRT semakin meningkat tiap tahun. Tercatat, terjadi 10 kasus KDRT sepanjang 2017. Meningkat empat kasus pada 2016 yang hanya sebanyak enam kasus. "KDRT pada 2016-2017 mengalami peningkatan," Jelasnya.

Sementara, Kepala Seksi Tindak Pidana Oharda, Theodora Marpaung menambahkan, peningkatan jumlah kasus tersebut selama ini karena banyak orang menganggap KDRT sebagai masalah pribadi. Sehingga, korban yang seharusnya terlindungi menjadi sengsara. 

"Padahal undang-undang KDRT menyatakan bahwa setiap orang yang melihat adanya kekerasan dalam rumah tangga, punya kewajiban untuk melaporkan hal tersebut agar korban mendapat perlindungan," tutupnya.