Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Dua Tahun Beroperasi, Pabrik Liquid Vape Electric Narkotika Hasilkan 22 Produk

Kamis, 8 November 2018 | 16:50 WIB

Editor : Oktaviani

Reporter : Adi Wijaya

Polisi memamerkan barang bukti kasus liquid vape electric.
Polisi memamerkan barang bukti kasus liquid vape electric.
Foto : Adi Wijaya

Peracikan liquid vape dilakukan dikawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

KELAPA GADING - Bisnis pabrik liquid vape electric berkandungan Narkotika di Kelapa Gading porak poranda. Pabrik bernama Reborn Cartel itu telah beroperasi selama dua tahun dan menghasilkan sebanyak 22 jenis produk. Satu produk dijual seharga kisaran Rp 300 ribu - Rp 500 ribu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pemilik pabrik TY dan DW telah menjalankan bisnis haram itu sejak 2016. Menghasilkan 22 jenis produk yang keseluruhannya mengandung Narkotika jenis THC, MDMA dan 5-Flour ADB. Serta dua produk lainnya yang dalam tahap perencanaan.

"Total tersangka yang kami dapat 18 orang. Termasuk empat tersangka berstatus narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang," kata Argo, saat ditemui di Jalan Janur Elok VII QH5 Nomor 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin menjelaskan, peracikan liquid vape berada di Jalan Janur Elok VII QH5 Nomor 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sedangkan dua lokasi lainnya, unit apartemen Bassura, Jakarta Timur dan apartemen Paladian, Jakarta Utara. Kedua lokasi tersebut dijadikan tempat untuk pencampuran liquid dan penyimpanan stok vape elektrik siap edar.

"Laboratorium yang berada di Jalan Janur Elok cukup modern. Mereka mendapatkan alat laboratorium dan mempelajari cara peracikan dari internet," jelas Calvin.

Terkait penjualan, diterangkannya para tersangka memasarkan produk melalui media sosial. Transaksi melalui e-banking dan barang dikirim melalui jasa ojek online dan ekspedisi. Bahkan, apabila pesanan membludak, para tersangka juga menyamar sebagai ojek online untuk mengantarkan produk pesanan kepada pelanggan.

"Semua aktivitas mereka melalui internet. Jangkauannya se-Indonesia. Bahkan, membentuk komunitas yang cukup sering mengadakan pertemuan. Terlihat dari seragam, seperti jaket stiker dan lain sebagainya yang dijual tersangka," tutupnya.

Berikut 22 jenis produk liquid vape electric berkandungan Narkotika hasil produksi Reborn Cartel :

1) Lemonade Grenade 2,5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017) 

2) Extreme Lemonade 2,5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017) 

3) Traditional Bali Tobaco 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB,2017). 

4) Golden Barong 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

5) Golden Barong 100 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

6) Dope 2,5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017) 

7) Cheery Dope 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

8) Dope Shit 50 gram ( mengandung 5 fluoto ADB, 2017). 

9) Golden Bear 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

10) Exbe 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB,2017). 

11) Exbe 100 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

12) Segel Exbe 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

13) Allirog 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

14) Ex Grizz 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

15) Ex Grizz 25 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017). 

16) Madness 5 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2017) 

17) Cherrykush 2 mili liter (mengandung THC, 2018) 

18) Cannabulls 1 gram (mengandung THC, 2018) 

19) Ahoc 1 gram (mengandung 5 Fluoro ADB, 2018) 

20) Bananakush 2 mili liter (mengandung THC,2018) 

21) Illusions 5 mili liter (mengandung 5 Fluoro ADB ) 

22) Banteng 30 mili liter (mengandung THC, 2018)

Sedangkan dua produk lainnya yang direncanakan, yakni :

1) Banteng 30 mili liter (rencana mengandung THC, 2018) 

2) Segel Banteng 30 mili liter (rencana mengandung THC, 2018)