Infonitas > Kelapa Gading > Laporan Utama >

Apartemen Jadi Salah Satu Perhatian Khusus Lurah Suci

Senin, 5 November 2018 | 17:49 WIB

Editor : Oktaviani

Reporter : R Maulana Yusuf

Suci Cintya Polaputri, Lurah Kelapa Gading Barat.
Suci Cintya Polaputri, Lurah Kelapa Gading Barat.
Foto : Malik Maulana

Sejak awal menjabat di Kelapa Gading Barat, Suci sudah diwanti-wanti mengenai permasalahan apartemen di daerah tersebut.

KELAPA GADING - Memimpin suatu wilayah diakui  Suci Cintya Polaputri, Lurah Kelapa Gading Barat tidaklah mudah, perlu cara-cara dan strategi khusus untuk menghadapi tantangan atau permasalahan yang ada.

Salah satu yang menjadi perhatian khusus Suci dalam memimpin Kelapa Gading Barat ialah permasalahan di Apartemen. Ia mengatakan setidaknya ada tiga apartemen diwilayahnya yaitu Gading Mediterania Residence, Apartemen French Walk, dan Paladian Park.

Menurutnya, apartemen dalam pengelolaannya ada tiga lembaga yaitu RT dan RW, Pengelola apartemen dan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS). Hal ini menyebabkan banyak kepentingan yang terlibat didalamnya. 

"Pengelola dan P3SRS pertama dibentuk sebelum ada RT RW, sedangkan kalau RT RW mereka punya hak juga mengelola kas berdasarkan musyawarah dengan masyarakat. Terkadang kewenangan ini saling tarik menarik. Yang pasti semuanya ingin dilihat, memberrikan pengaruh kepada lingkungan dan masyarakat. Hal ini kadang ada konflik tersendiri baik internal maupun masyarakat yang notabenenya ingin dilayani dengan baik," ungkapnya.

Bahkan, lanjutnya saat awal ditugaskan memimpin Kelurahan Kelapa Gading Barat, dari tingkat kota Jakarta Utara telah mewanti-wanti dirinya untuk menyelesaikan permasalahan di Apartemen tersebut.

"Dari awal saya bertugas disini, Gading Mediterania Residence itu sudah di wanti-wanti oleh tingkat kota. Ini masalah harus beres karena selalu berantem, dan Alhamdulillah bisa kondusif,"katanya.

Suci juga membeberkan cara mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memfungsikan RT RW untuk bisa membantu kelurahan dalam kontroling awal. Sehingga kalau ada masalah atau apapun terkait Kamtibmas seperti WNA bermasalah, hunian mencurigakan dan lainnya bisa teratasi.

"Kami  selalu melakukan koordinasi dengan unsur tiga pilar, babinsa dan babinkamtibmas, serta WNA berkordinasi dengan pihak imigrasi. Termasuk dengan pengelola intens, walau bagaimanapun pengelola punya hak didalam. Tidak bisa juga kita masuk sembarangan, walaupun sudah koordinasi dengan RT RW, dengan pengelola harus sejalan mekanisme, komunikasi, dan koordinasi intinya," pungkasnya.