Infonitas > Kelapa Gading > Kesehatan >

Pasien Serangan Stroke Tetap Bisa Melakukan Aktifitas Seksual

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:33 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : R Maulana Yusuf

dr. Boy Sadikin, Sp.OG (K).
dr. Boy Sadikin, Sp.OG (K).
Foto : R Maulana Yusuf

Pasien serangan stroke bisa tetap melakukan aktifitas seksual, tergantung bagian saraf mana di otak yang mengalami serangan stroke.

KELAPAGADING – Tidak semua orang yang terkena serangan stroke bisa lagi melakukan aktifitas seksual. Hal ini diungkapkan oleh dr. Boy Abidin, Sp.OG (K), Spesialis Kandungan dan Konsultan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Ia menjelaskan, penderita serangan stroke masih mungkin melakukan aktifitas seksual, jika serangan stroke tidak mengenai bagian otak yang mengatur atau mengontrol fungsi seksual. “Jika otak bagian seksual yang terkena (serangan stroke), bukan semata gangguan fungsional saja yang terjadi. Tapi juga gangguan libido, ejakulias, ereksi dan banyak faktor yang terganggu di situ,” ungkapnya.

Menurutnya, pasien serangan stroke memang memerlukan waktu perawatan dan pemulihan, serta pengobatan dari sisi stroke, sambil pengobatan dari sisi fungsi seksualnya. Bahkan, ada pasien stroke yang setelah pengobatan dan terapi seksual, justru kualitas hidupnya meningkat.

“Di Jerman, ada pasien serangan stroke yang setelah melakukan pengobatan dan terapi, justru bisa memiliki kualitas hidup dan aktifitas seksual yang lebih baik. Jadi, bukan berarti kalau kena stroke, makan lumpuh segala-galanya. Tetapi, ada terapi yang bisa membuat seseorang kembali melakukan aktifitas seksual,” tutupnya.


 
 
 
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait