Infonitas > Kelapa Gading > Kesehatan >

Hai Wanita, Segera Deteksi Kanker Serviks Sedini Mungkin

Sabtu, 21 April 2018 | 17:38 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Adi Wijaya

Seminar kanker serviks di RS Mitra Kelapa Gading
Seminar kanker serviks di RS Mitra Kelapa Gading.
Foto : Adi Wijaya

Kanker serviks menjadi salah satu penyakit dengan tingkat ancaman kematian tertinggi setelah kanker payudara.

KELAPA GADING - Kanker leher rahim atau kanker serviks jadi ancaman kematian tertinggi setelah kanker payudara. Data Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan 26 wanita meninggal setiap harinya akibat keganasan virus ini.
 
Dokter Spesialis Kandungan RS Mitra Kelapa Gading, dr. Sita Ayu Arum mengatakan, kanker serviks muncul akibat bertumbuhnya human papilloma virus (HPV).
 
"Ada high risk yang dalam kurun waktu 6-10 tahun cukup tinggi memicunya hingga 70-90 persen. Kalau low risk, resikonya ke kutil kemaluan. Virus ini manifestasinya banyak, tidak hanya kanker rahim," kata Sita, saat ditemui di Auditorium lantai 6, RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (21/4/2018).
 
Meninggalnya aktris dan penyanyi Julia Perez, jelas dr. Sita, berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini pada gejala kanker serviks. Apalagi, kanker tersebut mudah dideteksi meski tingkat keganasan tergolong tinggi.
 
"Meski tergolong ganas, tapi paling virus ini mudah dideteksi dibandingkan kanker lainnya. Gampang dicegah sebelum stadium lanjut," jelasnya.
 
Lanjutnya, terdapat berbagai metode pendekatan virus HPV tersebut, mulai dari inspeksi visual asam asetat (IVA), pap smear hingga metode konvensional lainnya. Jika terdeteksi virus HPV positif, harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.
 
"Untuk pencegahannya, pasien diberikan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh sebelum terpapar virus HPV. Jika hasilnya positif maka perlu dilakukan diagnosa lanjutan untuk memastikan tindakan dengan cara pengangkatan rahim, kemoterapi ataupun radiasi," tutupnya.