Infonitas > Kebayoran > Properti >

Sentimen Negatif Masih “Menghantui” Pasar Apartemen

Jumat, 6 Juli 2018 | 15:00 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Ichwan Hasanudin

Sentimen negatif masih pasar apartemen
Sentimen negatif masih akan mempengaruhi pertumbuhan pasar apartemen.
Foto : Ichwan

Pertumbuhan apartemen di Jakarta masih stagnan dari semester pertama 2018. Sentimen negatif itu diprediksi masih akan menghantui hingga akhir tahun ini.

KEBAYORAN – Dalam pemaparan Jakarta Properti Market Q2 2018 oleh konsultan properti Colliers Internastional Indonesia, pertumbuhan apartemen di Jakarta masih belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International menerangkan masalah daya beli dan faktor sentimen negatif masih menghantui pasar apartemen hingga semester pertama 2018.

Kinerja pasar apartemen kelas menengah  bawah masih relatif lebih baik dibandingkan apartemen kelas menengah atas dan kelas atas.

“Kami melihat dalam beberapa waktu ke depan akan banyak bermunculan proyek kelas menengah-bawah di Jakarta,” kata Ferry.

Harga apartemen secara rata-rata akan sedikit naik dibanding semester pertama 2018. “Harga rata-rata apartemen naik sedikit pada Q2 2018 ini, sekitar 1,1 persen QOQ (quarter on quarter) dan 2,5 persen YOY (year on year) ke angka Rp 33, 2 juta per meter persegi,” terangnya.

Terkait kebijakan relaksasi loan to value (LTV) yang dilakukan BI pada akhir Juni lalu, akan berdampak positif terhadap sektor properti, walaupun tidak signifikan terutama untuk pasar apartemen.

Namun diprediksi, langkah itu tidak akan memberi pengaruh banyak pada minat konsumen membeli apartemen atau hunian lain.

Colliers Internasional menilai kebijakan relaksasi LTV itu harus dibarengi dengan kebijakan pendukung lainnya.
Menurut survey REI DKI Jakarta dan Colliers Internasional, masalah pajak, perizinan, dan tingkat suku bunga masih menjadi yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan pasar properti secara umum.