Infonitas > Kebayoran > Properti >

Okupansi Perkantoran di Jakarta Diprediksi Turun Tahun Ini

Jumat, 6 Juli 2018 | 13:15 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Ichwan Hasanudin

Okupansi perkantoran di Jakarta menurun
Tingkap hunian (okupansi) perkantoran di area CBD dan luar CBD Jakarta diprediksi akan turun hingga tahun ini.
Foto : Ichwan

Tingkat hunian (okupansi) perkantoran di CBD dan di luar CBD Jakarta diprediksi akan menurun di tahun 2018 ini.

SUDIRMAN – Collier International Indonesia memprediksi tingkat hunian (okupansi) perkantoran di Jakarta akan mengalami penurunan di tahun ini. Kondisi itu terjadi di perkantoran di area central business district (CBD) atau di luar CBD.

Hap itu dikatakan Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto dalam pemaparan Jakarta Property Market Q2 2018. Menurutnya, tingkat hunian di area CBD Jakarta di tahun ini akan menurun menjadi 79 persen.

Namun jika dilihat dari jumlah pasokan ruang perkantoran hingga akhir tahun 2018 jumlahnya masih sangat besar sekitar 2 juta meter persegi.

“Proyeksi tingkat hunian di CBD turun di tahun 2018 menjadi 79 persen. Sedangkan di luar CBD diperkirakan juga ikut turun sekitar 2-2,5 persen YOY (year on year) menjadi 81 persen,” katanya.

Jumlah permintaan, lanjut Ferry, akan lebih banyak untuk relokasi di paruh waktu 2018. Namun sayangnya, kondisi ini tidak banyak membantu pertumbuhan tingkat hunian.

“Dalam situasi tenant market, pemilik properti akan sangat menjaga keberadaan penyewa mereka dengan memberikan penawaran harga sewa baru yang jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya dan kontrak sewa yang lebih fleksibel ditambah beberapa pilihan yang menguntungkan penyewa,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Ferry juga memperkirakan jumlah pasokan perkantoran hingga tahun 2023 akan terus bertambah. Hal ini disebabkan masih ada grup pengembang besar dan asing yang melihat jakarta terutama area CBD sebagai pasar yang potensial.

Salah satunya coworking office yang masih akan menjadi penggerak permintaan gedung kantor. Namun di sisi lain, coworking office ini bisa memberikan ancaman pada sistem sewa gedung konvensional.

“Multi National Company (MNC) akan menjadi target market coworking spaces operator. Waktu dan luas ruang sewa yang lebih fleksibel akan lebih disukai oleh para penyewa terutama MNC,” terang Ferry.