Infonitas > Kebayoran > Pendidikan >

Psikolog: Jangan Menjanjikan Sesuatu Saat Ajari Anak Berpuasa

Jumat, 18 Mei 2018 | 15:00 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Rachli Anugrah Rizky

Ilusrasi
Ilustrasi.
Foto : istimewa

Mengajari si kecil berpuasa kurang disarankan terlalu sering memberikana award. Nantinya, anak akan merasa jika berpuasa akan berharap mendapat hadiah.

PONDOK LABU - Bagi orangtua, mengajari si kecil sejak dini untuk menjalankan puasa Ramadan sudah menjadi kewajiban. Hanya saja, para orangtua sebelumnya harus melihat kondisi kesiapan dari sang anak itu sendiri.

Psikolog Pendidikan Orissa Anggita mengatakan, jika si kecil tidak bisa melaksanakan ibadah puasa, jangan beri punishment. Tetap bimbing dan beri pengertian kepadanya. Hal ini berbeda dengan konsekuensi, jika anak memang itu usianya sudah wajib untuk berpuasa.

Selain itu, wanita yang juga CO-Founder Rumah Dandelion ini menerangkan, kurang disarankan pula jika si kecil selalu diberi suatu award.

Nantinya, anak akan merasa jika berpuasa akan berharap mendapat hadiah. Tujuan dari mengajarkan dan memberi pemahaman puasa nantinya akan berbeda.

"Apresiasi atau award penting tapi jangan sering. Jangan juga dijanjikan diawal. Award juga bisa dalam berbagai bentuk, tak hanya benda, ajak buka puasa di luar rumah juga bisa," imbuhnya kepada Infonitas.com, Kamis (17/5/2018).

Dengan mengajari dan memberi pemahaman berpuasa sejak dini akan banyak manfaat yang didapat, antaranya adalah mengenbangkan rasa empati, menimbulkan rasa bersyukur dengan keadaan, dan waktu bersama keluarga akan lebih banyak.

Nantinya, seiring dengan perkembangannya, anak akan mengerti dan terbiasa untuk mencoba berpuasa dalam satu hari penuh.