Infonitas > Kebayoran > Pendidikan >

Ayo, Asah Kreativitas Anak dengan Lego

Rabu, 13 Sepember 2017 | 14:05 WIB

Editor : Galih Pratama

Reporter :

Proses belajar lego di Robotic Education Center.
Proses belajar lego di Robotic Education Center.
Foto : Rachli Anugrah Rizky

Selain kreativitas, belajar lego Robotic Education Center juga mampu meningkatkan kemampuan otak dan motorik halus anak.

KEBAYORAN - Selain sebagai sarana hiburan, lego juga memiliki nilai edukasi. Banyak manfaat dari lego, seperti mengasah kreativitas dan motorik halus, hingga meningkatkan kemampuan otak anak. Melihat manfaat itu, banyak lembaga pendidikan menawarkan program pendidikannya dengan metode Lego. Seperti Robotic Education Center yang berlokasi di Jalan Kemang Raya 17, Jakarta Selatan.

Di Robotic Education Center, peserta didik diarahkan perhatiannya terhadap perkembangan teknologi yang inovatif seperti robot. Seperti diterangkan Branch Manager Robotic Education Center Indri Fenthia, dengan menggunakan metode permainan balok susun ini, mereka diperkenalkan bagaimana prinsip kerja mekanik dalam sebuah struktur yang dibentuk dengan Lego.

“Tujuannya adalah learning by making. Kita menggunakan Lego Education sebagai tools bukan Lego retail,” ujarnya kepada Info Kebayoran beberapa waktu lalu.

Ada beberapa level pendidikan Robotic Education Center. Seperti level Mosaic (4-6 tahun), anak diajarkan untuk menggali serta mengasah kreativitas dalam membangun sebuah bentuk sesuai dengan panduannya. Ada juga level Fun With Machine (7 tahun), di level ini anak mempelajari prinsip mekanik sederhana. Kemudian, ada Level Fun With Program (8 tahun), di mana anak akan mempelajari materi dan membuat projeck dengan software.

Sementara anak usia 9 tahun, anak sudah masuk ke dalam level Mechanic Enginering (9 tahun) atau level elemtary, yang di mana anak diberi materi pembelajaran prinsip mekanik, cara kerja, hingga membuat projeck yang dapat bergerak dengan tenaga motor atau baterai. Terakhir ada level Progaming (12 tahun ke atas) atau level advanced. Level ini berisikan materi penggunaan sensor dan dengan program Mindstorms, serta lebih banyak analisa.

Proses belajar dilakukan empat kali pertemuan dalam satu bulan. Satu kali pertemuan berlangsung selama 90 menit. Selain itu, setiap delapan sampai 12 bulan dilakukan evaluasi yang bertujuan melihat perkembangan anak sekaligus kenaikan level. Secara umum, dalam proses belajar anak dilatih menjadi problem solver dan problem seeker.

Wanita kelahiran Bandung, 37 tahun silam ini menambahkan, guna meningkatkan kemampuan, biasanya peserta didik turut serta dalam berbegai kompetisi seperti Robotic National Competition (RNC), Indonesia Robotic Olympied (IRO), ataupun World Robotic Olympied (WRO).