Infonitas > Kebayoran > Pendidikan >

Anak Ketergantungan Empeng? Ini Tips Atasinya

Jumat, 10 Agustus 2018 | 18:00 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Sumber : Sayangianak.com

Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)
Foto : istimewa

Jika tidak dihentikan, penggunaan empeng akan menimbulkan ketergantungan pada anak. Ini tips mengatasinya.

KEBAYORAN - Empeng atau dot seringkali digunakan orangtua untuk menenangkan si buah hati agar tidak rewel. Namun, tahukah bunda bahwa penggunaan empeng di kalangan anak berusia 2-3 tahun dapat meningkatkan risiko infeksi telinga.

Berdasarkan penelitian,penggunaan empeng harus dihentikan setelah anak berumur 4 tahun. Dimana, sebelum gigi permanen tumbuh. Pasalnya, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi telinga dan kerusakan gigi pada anak.

Nyatanya, kebiasaan memberikan empeng pada anak sulit dihilangkan. Bahkan kebiasaan tersebut menjadi ketergantungan. Namun, jika bunda menghadapi permasalahan serupa jangan khawatir. Berikut tips menghilangkan ketergantungan empeng pada buah hati :

1. Lebih cepat lebih baik

Menghilangkan ketergantungan empeng pada buah hati jauh lebih baik apabila dilakukan sedari awal. Ketika anak sudah menginjak usia 10 bulan, sebaiknya orangtua mulai melepasnya dari empeng. Pasalnya, jika berupaya melepaskan ketergantungan empeng saat beranjak besar maka akan menemui kesulitan yang lebih rumit.

2. Batasi penggunaan empeng

Jika orangtua hendak menghentikan ketergantungan empeng pada si kecil secara pelan-pelan, bisa dimulai dengan membatasi penggunaan empeng si kecil pada waktu dan tempat tertentu.

Misalkan, dengan mengatakan kepada anak untuk tidak menggunakan empeng ketika sedang bepergian. Atau saat malam hari menjelang si kecil tidur.

3. Bersikap tak peduli

Ketika orangtua berupaya menjauhkan anak dari empeng, sudah dapat dipastikan si kecil akan merengek dan menangis. Maka yang perlu dilakukan adalah bersikap tidak peduli dan abaikan rengekan anak.

Orangtua harus memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan. Jangan biarkan rengekannya membuat dia kembali mendapatkan empengnya.

4. Pintar mengakali

Orangtua bisa menggunakan cara yang agak sedikit “tricky”, seperti dengan mengoleskan sesuatu yang terasa tidak enak atau berbau tidak sedap pada empeng anak. Perlu diperhatikan, pilihlah bahan yang aman seperti air lemon atau daun pepaya.

Jika masih tidak berhasil, bisa memotong bagian ujung empeng sedikit demi sedikit agar si kecil merasa tidak nyaman. Walaupun terkesan jahat, cara ini terbukti cukup ampuh lho!