Infonitas > Kebayoran > Laporan Utama >

Tiga Hacker Berstatus Mahasiswa Ditangkap Polda Metro Jaya

Rabu, 14 Maret 2018 | 10:37 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Sumber : DBS

Ilustrasi hacker
Ilustrasi hacker. (Foto: The Merkl)
Foto : istimewa

Tiga orang hacker yang masih berstatus mahasiswa ditangkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ketiganya diduga berafiliasi dengan Surabaya Black Hat (SBH).

SUDIRMAN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus Polda Metro Jaya) menangkap tiga pelaku hacker yang meretas ribuan website dan meraup uang hingga ratusan juta rupiah.

Ketiga peretas yang masih berstatus mahasiswa itu adalah NA (21 tahun), KPS (21 tahun), dan ATP (21 tahun). Mereka hanya membutuhkan waktu lima menit saja untuk membobol satu situs.

“Mereka hanya membutuhkan waktu lima menit untuk satu situs,” kata Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu, Selasa (13/3/2018) kemarin.

Dalam melakukan aksinya, pelaku meretas situs dan mengirimkan pesan melalui email kepada admin sebsite tersebut. Pelaku meminta sejumlah uang diminta agar web tersebut bisa kembali. Jika tidak mampu membayar, situs akan dirusak.

“Mereka meminta sejumlah uang mulai dari Rp 20 juta hingga 25 juta untuk jasa memperbaiki dan mengembalikan data situs,” terang Roberto.

Para pelaku bukan hanya meretas situs swasta. Website pemerintah baik dalam maupun luar negeri juga diretas oleh pelaku.
Pihak kepolisian menduga ketiga pelaku ini tergabung dalam jaringan hacker yang tengah marak saat ini.

“Mereka tergabung dalam kelompok Surabaya Black Hat (SBH) yang jumlahnya mencapai 600-700 orang, mereka telah meretas hampir 3.000 situs di seluruh dunia,” ucap Roberto.

Atas perbuatannya tersebut, ketiga pelaku terkena ganjaran Pasal 30 jo 46 dan atau Pasal 29 jo 45B dan atau Pasal 32 jo 48 Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 3,4, dan 5 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman 8-12 tahun penjara.