Infonitas > Kebayoran > Laporan Utama >

Simak! Begini Cerita Kelahiran Polisi Wanita di Indonesia

Rabu, 13 Sepember 2017 | 15:30 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Sumber : BDS

Polisi wanita pertama di Indonesia
Enam perempuan Minang perintis Polwan. (Foto: NTMC Polri)
Foto : istimewa

Polisi Wanita (Polwan) ternyata sudah lahir 68 tahun lalu. Namun tidak banyak orang yang tahu bagaimana awal cerita Polwan ini lahir di Indonesia.

KEBAYORAN – Dalam tubuh jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Polisi Wanita (polwan) punya cerita tersendiri. Berbeda dengan polisi pada umumnya di Indonesia, Polwan lahir dua tahun setelah kepolisian terbentuk. 

Polwan lahir tanggal 1 September 1948. Pada masa penjajahan, istri-istri polisi diperbantukan untuk pemeriksaan dan penggeledahan pada anak-anak dan wanita yang melakukan kejahatan. 

Fungsi itu terus berjalan hingga pasca kemerdekaan. Instruksi dari Yogyakarta (saat itu pemerintaahn sedang berada di Yogyakarta) untuk mendirikan pendidikan polisi wanita di setiap keresidenan. 

Namun karena keadaan memanas akibat agresi militer Belanda, niat tersebut terabaikan. Tidak ada satu calon pun yang dikirim. Selepas agresi militer Belanda itu, ada enam orang wanita Minang mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukittinggi pada 1 September 1948. 

Keenam wanita itu adalah Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher. Mereka mengikuti pendidikan itu atas usul organisasi wanita dan wanita Islam di Bukittinggi. 

Keenam wanita ini tercatat sebagai Polisi Wanita pertama di Indonesia dan tercatat pula sebagai wanita ABRI pertama di Tanah Air. Kini, mereka telah pensiun dengan pangkat rata-rat Kolonel Polisi (Komisaris Besar Polisi).

Pada tahun 1951, keenam wanita itu lulus dan mengikuti pelantikan polisi wanita. Mereka langsung ditugaskan ke Jakarta. Enam tahun kemudian, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) memperjuangkan dibukanya kembali pendidikan polisi wanita. 

Tahun 1964, keberadaan polisi wanita ada di bawah Kepala Urusan Kepolisian Wanita di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Kemudian di bawah kepemimpinan Kapolri Anton Soedjarwo, beberapa Polwan pilihan mulai ditempatkan di jabatan stategis. 

Sebagai penghargaan kepada Polisi Wanita (Polwan), Kepolisian Republik Indonesia membangun dan meresmikan Monumen Polwan pada 27 April 1993 oleh Kapolri Banurusman di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Selamat Ulang Tahun, Ibu Polisi