Infonitas > Kebayoran > Laporan Utama >

Jumlah Pelanggar Ganjil Genap Di Jalan S. Parman Berkurang

Kamis, 9 Agustus 2018 | 11:23 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Adi Wijaya

Tilang Ganjil Genap
Petugas Dishub berjalan di kawasan Jalan S. Parman.
Foto : Adi Wijaya

Sanksi tegas berupa tilang di tempat, membuat jumlah pelanggar kebijakan ganjil genap di Jalan S. Parman, Jakarta Barat.

PALMERAH - Ratusan kendaraan roda empat dikenakan sanksi tilang selama sepekan penerapan perluasan ganjil genap di Jalan S. Parman, Palmerah, Jakarta Barat. Namun demikan jumlah penindakan tilang dari hari ke hari semakin berkurang.

Kanit Lantas Palmerah Satlantas Jakarta Barat AKP Dwin Mochamad mengatakan, terdapat penurunan penindakan perluasan ganjil genap di Jalan S. Parman. Baik kendaraan mengarah Grogol maupun Senayan.

"Total keseluruhannya sejak 1-7 Agustus 2018 ada 411 kendaraan roda empat yang ditilang," kata Dwi, saat ditemui di Jalan S. Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (8/8) petang.

Dijelaskannya, penindakan tilang terbanyak pada hari pertama penerapan perluasan ganjil genap. Mencapai 104 kendaraan roda empat, terdiri dari 79 STNK dan 25 SIM pengendara.

"Mungkin hari pertama karena masih banyak yang belum tahu jadinya banyak yang melanggar. Untuk sekarang-sekarang lebih menurun," jelasnya.

Analisanya, penerapan perluasan ganjil genap mampu mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di Jalan S. Parman. Hal itu terlihat dengan berkurangnya penumpukan kendaraan di kawasan tersebut termasuk di saat jam padat.

"Untuk hari pertama penindakan tilan bagi pelanggar ganjil genap di Jalan S. Parman memang ada kemacetan, karena ada simulasi penjemputan atlet dan penutupan pintu tol. Tapi setelah itu menjadi lebih lancar," pungkasnya.