Infonitas > Kebayoran > Laporan Utama >

Dilengkapi Teknologi Tinggi, Masjid Berjalan Telan Dana Rp 14 Miliar

Jumat, 24 Agustus 2018 | 15:18 WIB

Editor : Galih Pratama

Reporter : Muhamad Ibrahim

Ilustrasi masjid berjalan Olimpiade Tokyo 2020.
Ilustrasi masjid berjalan Olimpiade Tokyo 2020.
Foto : Muhamad Ibrahim

Masjid berlajan yang bakal hadir di area Olimpiade Tokyo 2020 menelan dana Rp 14 miliar per unit. Ini tak lepas dari teknologi tinggi yang ada didalamnya.

KEBAYORAN - Sepuluh unit Masjid Berjalan bakal hadir di sejumlah titik area Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020. Ini dilakukan untuk memudahkan para atlet, tim official dan penonton melakukan kewajiban shalat lima waktu.

CEO YASU PROJECT Yasuharu Inoue mengatakan, Masjid Berjalan yang berbentuk truk dengan berat 25 ton dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Contohnya tempat wudhu, sistem penentuan arah kiblat serta dirancang sebagai masjid berkapasitas besar dan otentik.

“Masjid Berjalan ini dapat memuat hingga 50 orang sehingga bisa shalat berjamaah bersama, “ jelas , di Hotel Rota, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

Untuk bisa menciptakan proyek ini, pihaknya menghabiskan dana ratusan miliar. Diketahui, harga 1 unit Masjid Berjalan buatannya berkisar 100 juta yen atau sekitar Rp 14 miliar. Pasalnya, Masjid Berjalan diklaim dibuat dengan teknologi canggih dan mutakhir asli dari Jepang. "Mahal karena semua buatan Jepang mulai dari teknologi dan paten Jepang," ujar Yasu.

Namun begitu kata dia, biaya produk Masjid Berjalan bisa ditekan lebih murah jika dibuat dengan alat-alat yang lebih murah.

Ia mengumpamakan, jika mobil ini diproduksi di Indonesia dan memakai alat yang lebih murah, maka kemungkinan harga mobil tersebut dapat turun.

"Bisa dibuat di Indonesia menggunakan teknologi alat dan ukuran mobil kecil maka akan jauh lebih murah," pungkasnya.