Infonitas > Kebayoran > Laporan Utama >

Bantu Modal Perempuan UMKM, PPLIPI Dapat Rekor MURI

Kamis, 12 Juli 2018 | 16:30 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Rachli Anugrah Rizky

PPLIP raih rekor MURI
PPLIP memperoleh rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemberi bantuan permodalan terbanyak kepada perempuan pelaku UMKM.
Foto : Azhari Setiawan

PPLIP memperoleh rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemberi bantuan permodalan terbanyak kepada perempuan pelaku UMKM.

PANCORAN - Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) mencatatkan dirinya di buku Museum Rekor Indonesia (MURI) karena memecahkan rekor sebagai pemberi bantuan permodalan terbanyak kepada perempuan pelaku UMKM.

Rekor MURI ini diberikan karena adanya kegiatan pemberian bantuan permodalan kepada kurang lebih 5.600 perempuan pelaku UMKM dengan total bantuan senilai Rp 1,68 miliar.

Ketua Umum Indah Suryadharma Ali mengatakan pemberian permodalan ini sudah dilakukan sejak berdirinya PPLIPI tahun 2016. Saat itu, setidaknya ada sekitar 1200 penerima bantuan permodalan.

Lalu, pada tahun 2017 meningkat menjadi 1.300 penerima bantuan permodalan. Selanjutnya tahun 2018, dengan dukungan dari tingkat wilayah, meningkat dari 3.000 hingga mencapai sekitar 5.600 penerima bantuan permodalan.

"Kami berharap perempuan yang tergabung di PPLIPI bisa membantu persoalan yang ada pada kaum perempuan, salah satunya pemberian modal seperti ini," katanya di Convention Hall Gedung SMESCO, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/7/2018).

Kegiatan Pemberian Bantuan Permodalan ini merupakan program prioritas PPLIPI untuk skala nasional, yang merupakan salah satu signature dari PPLIPI.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyatakan program yang dijalankan oleh PPLIPI tersebut sangat strategis bahkan bisa dikolaborasikan dengan program dari pemerintah.

“Jika bisa sinergi antara PPLIPI dan pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan perempuan, maka ini bisa menjadi pionir untuk memeratakan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujarnya.