Infonitas > Kebayoran > Komunitas >

Semangat G-Star Mengasah Bakat Penyandang Disabilitas

Jumat, 12 Oktober 2018 | 17:30 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Sumber : CNNIndonesia.com

G-Star saat tampil dalam Asian Para Games 2018
G-Star saat tampil dalam Asian Para Games 2018 (Ist)
Foto : istimewa

G-Star mengasah anak-anak penyandang disabilitas dengan kelas seni mulai dari tarian kontemporer, k-pop sampai hiphop.

KEBAYORAN - Gigi Art of Dance atau G-Star menjadi ruang kreativitas bagi Namira dkk yang merupakan penyandang disabilitas. Komunitas ini memiliki kelas seni mulai dari tarian kontemporer, k-pop sampai hiphop.

Bersama G-Star, Namira juga pernah tampil di Singapura. November nanti, Namira dan kawan-kawan akan bakal kembali unjuk kebolehan di Asian Youth Festival Theatre.

Bahkan namanya kian populer dan dipercaya menjadi model video klip lagu bertajuk 'Semua Murid Semua Guru' yang dinyanyikan Glenn Fredly, Vidi Aldiano dan Andien yang dirilis Mei 2018 lalu. Lagu itu didedikasikan khusus untuk menwarnai Hari Pendidikan Nasional.
Bagi Namira, tidak ada materi tarian yang menyulitkannya. Ia justru mengaku senang karena mendapatkan banyak teman di kelas tarinya.

"Enggak ada yang susah sih semua [tariannya]. Kalau ada yang salah, diulang lagi. Tadi sebelum tampil latihan dulu di sini," ucap Namira, melansir CNNIndonesia.com, Jumat (12/10),

Salah Satu Pengajar G-Star Karina mengungkapkan, menjadi seorang instruktur penari down syndrome memiliki banyak tantangan. Keahlian pertama yang harus dimiliki tak lain adalah kesabaran.

"Kalau untuk menjelaskan semuanya, yang utama adalah sabar dan mau mencoba mengenal, menerima mereka sesuai dengan kemampuan mereka. Kalau mengajar murid-murid lain yang tidak punya kebutuhan khusus, diajarin kan langsung mengerti. Kalau mereka tidak, harus menyediakan plan A, B, dan C. Setiap anak pun berbeda. Itu mengapa kita harus mengenal mereka," ungkap wanita 24 tahun itu.

Total ada 14 dari 18 murid G-Star yang terlibat dalam pertunjukkan di Panggung Inspirasi Asian Para Games 2018. Usia mereka berkisar mulai dari 13 sampai 36 tahun.

Antusiasme mereka yang besar sangat terlihat saat berjoget dan melayani setiap orang yang meminta mereka untuk berfoto bersama.

"Ya sampai sekarang saja mereka masih berdiri, padahal sudah selesai dari tadi. Mereka memang senang ke sini dan saya mau menunjukkan kepada orang-orang kalau mereka tidak ada masalah, sama seperti orang lain," jelas Karina.