Infonitas > Kebayoran > Komunitas >

Jakarta Japan Lunatic Club Jadi Wadah Pencinta Budaya Jepang

Senin, 21 Mei 2018 | 10:45 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Rachli Anugrah Rizky

Jakarta Japan Lunatic Club
Komunitas Jakarta Japan Lunatic Club.
Foto : Azhari Setiawan

Komunitas Jakarta Japan Lunatic Club terbentuk pada 2012 dan kini terdiri dari empat divisi, yakni cosplay, budaya, animanga, dan game.

CILANDAK - Memiliki suatu kesamaan merupakan salah satu alasan terbentuknya sebuah komunitas. Sebut saja Jakarta Japan Lunatic Club (JJLC) yang memiliki kesamaan kegemaran terhadap hal yang identik dengan Jepang.

Ketua JJLC, Andika Saputra mengatakan, komunitas ini dibentuk oleh mahasiswa Universitas Negeri Jakara dari berbagai fakultas yang dibuat pertama kali di media social Facebook (FB).

"Sebagai wadah bagi para penyuka budaya Jepang. Banyak hal yang menarik dari Jepang, dan dari sejak kecil kita sudah pula mengenal animasi-animasi Jepang," ujarnya.

Sejak dibentuk pada 2012 lalu, keanggotaanya sudah mencapai 100 orang lebih. Mereka yang tergabung itu baik yang masih aktif berstatus sebagai mahasiswa, maupun yang sudah lulus dari UNJ.

Sebagai ketua generasi keenam, Dika begitu akrab disapa menerangkan, komunitas ini memiliki jadwal pertemuan rutin yang biasa dilakukan setiap hari Kamis.

Dalam pertemuan rutin itu, mereka saling sharing informasi terkait hal berbau Jepang. Komunitas JJLC ini terdiri dari empat divisi, yakni cosplay, budaya, animanga, dan game.

Setiap pertemuan rutin, biasa asing-masing divisi menpresentasikan berbagai kegiatan yang akan maupun telah dilakukan.

Tidak heran bila komunitas ini sering diundang dalam berbagai acara seperti Japanese Children Day Kodomo No Hi Kamishibai di Bambino Preschool, Cipete, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Beberapa acara festival lainnya juga sempat dimeriahkan oleh JJLC. Antara lain seperti Jakarta Japan Matsuri, JIUMATSURI, Gelar Jepang UI, Anime Festival Asia (AFA), dan HelloFest.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial ini juga menyampaikan, JJLC bisa menjadi tempat yang tepat untuk teman-teman mahasiswa dari berbagai fakultas yang memiliki kesamaan penyuka Jepang.

Selain itu, Dika berharap JJLC bisa lebih berkembang dan bisa menjadi komunitas yang banyak menebarkan manfaat serta turut membuka wawasan terhadap budaya dunia khususnya budaya Jepang.