Infonitas > Jakarta > Properti >

Tak Kunjung Selesai, Ini Kendala Pembangunan Skybridge Tanah Abang

Rabu, 7 November 2018 | 13:49 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Yatti Febriningsih

Skybridge Tanah Abang.
Skybridge Tanah Abang.
Foto : istimewa

Pembangunan skybridge Tanah Abang terkendala area kerja dan perubahan desain.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI terus ‘menggenjot’ pembanguan jembatan multi guna atau skybridge Tanah Abang Jakarta Pusat. Pembangunan skybridge diketahui molor dari waktu yang sudah ditargetkan yakni 30 Oktober 2018. Namun, sudah soft launcing pada 15 Oktober.

Terkait itu, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan menjelaskan alasan molornya pembanguann Skybridge. Menurut dia, ini karena minimnya lahan dan masih ada aktivitas dari para pedagang maupun masyarakat berlalu-lalang di sekitar lokasi pembangunan. 

“Tantangan di lapangan itu sebenarnya banyak karena lahan area kerja bukan area kosong, itu tempat orang lalu lalang. Pedagang juga masih berjualan, itu kan mempersempit area kerja kita,” terang Yoory saat dihubungi, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Kendala lainnya, soal perubahaan desain. Awalnya akan menggunakan level split agar terlihat besar dan luas tapi sayangnya pembangunan dilakukan ulang. Alhasil, jika ingin menggunakan level split maka pondasi bangunan harus diperdalam namun kondisinya banyak kabel utilitas.

“Ternyata kita lihat di lapangan untuk keamaanan untuk persiapan itu kita tambah pondasinya biar lebih kuat. Begitu kita gali kedalaman satu setengah meter utilitas di bawah itu banyak banget ternyata. Ini harus kita sesuaikan lagi semuanya,” jelasnya.

Meskipun tertunda, Yoory memastikan pembangunan sudah memasuki tahap 92 persen dan dipastikan pada pekan ini skybridge sudah rampung. Pembangunan yang menyisakan beberapa hari ini akan digunakan untuk merapikan kondisi skybridge supaya lebih rapih dan bersih. 

“Menambah lagi tenaga kerja di sana, kurang lebih ada 30 orang untuk bisa kita selesaikan secepatnya,” imbuh dia.