Infonitas > Jakarta > Properti >

DPRD DKI Minta CCTV MRT Diperbanyak

Rabu, 31 Oktober 2018 | 14:53 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Yatti Febriningsih

MRT
Rel di Depo MRT Lebak Bulus
Foto : Yatti Febriningsih

DPRD DKI meminta CCTV MRT diperbanyak demi keamanan dan kenyamanan penumpang.

JAKARTA - Banyaknya insiden kecelakaan di bidang transportasi belakangan ini membuat pihak DPRD DKI meminta pihak PT Mass Rappid Transit (MRT) agar lebih waspada. Terlebih, MRT merupakan moda transportasi bawah tanah pertama di Ibu Kota Jakarta. 

“Saya bilang ke Pak William (Dirut PT MRT Jakarta) pengamanan yang dibawah harus bagus. CCTV harus banyak. Bagaimana nanti maintanance-nya juga harus dipikirkan,” ujar ketua DPRD Prasetio Edi di depo lebak Bulus Jakarta, Rabu (31/10/2018). 

Di luar sisi pengamanan, Prasetio juga ikut menyoroti besaran tarif yang akan dikenakan saat beroperasi nanti. Dari harga yang diusulkan yaitu sekitar Rp 10 ribu, menurutnya itu adalah angka yang wajar mengingat integrasi yang sudah bagus di Jakarta. 

“Kalo Rp 10 ribu saya kira layak, kan bisa terintegrasi kemana-mana pakai Transjakarta. Jadi, semua bisa nyambung. Saya rasa enggak ada masalah. Masyarakat Jakarta kalau ini enak, baik dan bisa on time, orang enggak bakal risih,” kata dia. 

Proses pengerjaan pembangunan MRT sampai saat ini sudah memasuki angka 97.08 persen dan dijadwalkan bisa beroperasi pada Maret 2019.

“Sekarang finishing. Semua stasiun udah selesai ya, tinggal kecil-kecillah. Saya rasa cepet kok itu. Mudah-mudahan kita bisa menikmati secepatnya,” pungkasnya. 

Sebagai Informasi, MRT tahap I memiliki total 13 stasiun dengan tujuh stasiun dipermukaan tanah yakni Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, enam stasiun di bawah tanah atau subway terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.