Infonitas > Jakarta > Pendidikan >

Literasi Digital Bakal Masuk Kurikulum Pendidikan

Jumat, 27 Oktober 2017 | 18:19 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Farid Hidayat

Tim Siberkreasi Indonesia
Tim Siberkreasi Indonesia
Foto : Farid Hidayat

Era digital yang terjadi saat ini, membuat Ketua Umum Siberkreasi akan mengusulkan literasi digital masuk ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

KEMAYORAN – Laju perkembangan teknologi di Indonesia tidak diimbangi dengan pertumbuhan penetrasi internet dan media sosial. Hal ini, membuat Ketua Umum Siberkreasi Dedy Permadi berencana memasukan literasi digital ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

Untuk merealisasikan usulan ini, Dedy mengaku harus mempersiapkan materi terlebih dahulu. Tujuannya, agar ada sinergi yang baik dengan kementerian Pendidikan.

"Nantinya itu kita lakukan advokasi, sebagaimana materi kurikulum yang lain untuk masuk ke kurikulum formal di sekolah-sekolah,"tuturnya saat ditemui di Siberkreasi Netizen Fair 2017, Jakarta Internasional Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).

Dalam pendidikan literasi digital saat ini, ada beberapa tahapan. Pertama, building awarness dengan membangun kesadaran masyarakat dulu. Sebab, sebagian besar masyarakat belum mengetahui tentang arti penting literasi digital.

"Tujuan jangka pendek kita itu building awarness maka nya di kota-kota lain kita mengadakan roadshow untuk sudah sebulan terakhir 7-8 kota. Di Jakarta grand Launching-nya," ujarnya.

Kedua, terdapat persiapan materi untuk menjadikan literasi digital sebagai kurikulum formal di sekolah. Caranya, melakukan kampanye.

Ketiga, bekerjasama dengan artis untuk kampanye penggunaan konten positif. Sebab, kaum milenial lebih mengerti dan mendengar jika ada ajakan dari idola, yang kebanyakan dari kalangan artis.

“Kaum milenial ini kalau dikasih tahu oleh guru dan orang tua ya mereka ngerti dan mendengarkan. Mungkin akan lebih efektif bisa mempengaruhi juga disuarakan dengan temen-temen artis," jelasnya.

Sementara itu, Event yang digelar 28-29 Oktober 2017 baru pertama kali diadakan di Indonesia. Selain itu, sebagai bentuk peningkatan isu digital di Indonesia.

Dedy Permadi Ketua Umum Siberkreasi mengatakan mengapa hal itu sangat penting karena saat ini sedang mengalami kesenjangan antara perkembangan teknologi yang sangat cepat dan  pertumbuhan penetrasi internet yang sangat cepat serta perkembangan media sosial yang sangat cepat.

"Dari hal itu  tidak diimbangin dengan pendidikan tentang bagaimana cara menggunakan internet, cara menggunakan teknologi, cara menggunakan media sosial secara positif dan produktif," jelasnya.