Infonitas > Jakarta > Pemerintahan >

Ini Strategi PT KCI Hadapi Lonjakan Penumpang KRL Saat Lebaran

Jumat, 8 Juni 2018 | 10:34 WIB

Editor : Galih Pratama

Reporter : Yatti Febriningsih

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti.
Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti.
Foto : Yatti Febriningsih

PT KCI akan menyiapkan 38 loket portable yang disebar di 79 stasiun untuk mengantisipasi lonjalan penumpang KRL saat Lebaran.

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai penyedia jasa angkutan kereta komuter di Jabodetabek siap melayani pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) selama musim libur Lebaran 2018.

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti mengatakan, pertumbuhan penumpang pada musim angkutan Lebaran setiap tahunnya terus meningkat. Mengantisipasi kemungkinan kepadatan pengguna jasa di sejumlah stasiun melalui penambahan fasilitas maupun petugas untuk pelayanan dan keselamatan, salah satunya dengan menyediakan loket portable.

Untuk musim Lebaran ini ada sebanyak 38 loket portable yang disebar di 79 stasiun. Loket portable sendiri akan difungsikan di stasiun-stasiun yang berpotensi terjadi kenaikan jumlah penumpang. "Prediksi kita yang akan meningkat itu ada beberapa dan kota tambah loket pertabel. Di antaranya Bogor sebanyak sembilan unit, Bekasi dua unit, Jakarta Kota empat unit, dan Rangkasbitung sejumlah tiga unit," urai Wiwik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Menurutnya, tercatat H-7 sampai dengan H+7 musim Lebaran tahun 2016 PT KCI berhasil melayani 9.957.739 penumpang. Sedangkan pada H-7 sampai dengan H+7 musim Lebaran tahun 2017 PT KCI berhasil melayani 11.001.459 penumpang atau meningkat 10.496 dari tahun sebelumnya. Dan untuk tahun ini jumlah penumpang diperkirakan akan bertambah dari tahun-tahun sebelumnya.

“Guna mendukung kemudahan pengguna KRL bertransaksi, selain menyediakan loket portable  PT KCI menyiapkan 233 unit vending machine, 192 loket manual,” lanjut Wiwik.

Sementara untuk mengurangi antrean di loket maupun vending machine, pengguna dapat memilih untuk membeli Tiket Harian Berjaminan (THB) yang dapat dibeli langsung untuk perjalanan pergi pulang. Perlu diperhatikan bahwa THB PP ini hanya berlaku untuk pengguna yang stasiun tujuan saat berangkat sama dengan stasiun keberangkatannya ketika akan kembali pulang.

Bagi pengguna yang ingin membeli KMT, pihaknya menyiapkan petugas untuk menjual Kartu Multi Trip (KMT) di luar loket pada sejumlah stasiun besar. Sedangkan para pengguna THB maupun KMT juga tidak perlu khawatir ketika mengalami salah relasi ataupun saldo kurang saat hendak keluar di stasiun tujuan. “Para pengguna cukup mengakses layanan penyelarasan tarif yang tersedia melalui mesin, loket, maupun akan dibantu oleh petugas," jelasnya.