Infonitas > Jakarta > Pemerintahan >

Ini Alasan Anies Ganti OK Otrip Jadi Jak Lingko

Rabu, 10 Oktober 2018 | 14:33 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Yatti Febriningsih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Foto : Yatti Febriningsih

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki alasan mengganti ganti OK Otrip jadi Jak Lingko agar terkoneksi dengan transportasi lain.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk mengganti nama sistem transportasi One Karcis One trip (OK Otrip) menjadi Jak Lingko. Pergantian nama ini rupanya bukan tanpa alasan, melainkan memiliki makna di dalamnya. 

Pemilihan nama Lingko ini kata Anies menilih dari konsep moda transortasi di Jakarta yang terintegrasi. Di mana kata dia, sistem ini menyerupai jaring yang bisa terhubung antara satu moda dengan moda yang lainnya. 

“Kemarin kita mendiskusikan, saya mengatakan ingin memiliki nama yang maknanya mencerminkan pesanya. Pesannya apa? Integrasi jadi satu,” ujar Anies melalui akun instagram miliknya, Rabu (10/10/2018). 

Pemilihan kata Lingko sendiri kata Anies diambil dari serapan bahasa Indonesia. Dimana, Lingko pada dasarnya adalah sebuah kata yang digunakan pada sistem pembagian sawah di Pulau Flores, Kabupaten Manggarai. Dimana sawah-sawah itu dibagi menjadi jejaring seperti laba-laba. Satu titik di tenah namanya Lodo.

“Dan ini menggambarkan sebuah konsep berjejaring mirip dengan sistem transportasi yang kita bangun sebagai satu kesatuan. Ada titik temunya, ada jejaringnya. Lalu kita gunakan kata lingko itu untuk menamai sistem transportasi terintegrasi di Jakarta,” terang dia. 

Meski mengambil dari serapan bahasa Indonesia, Anies memastikan jika nama Jak Lingko ini tidak akan terdengar aneh di telinga pendatang asing alias turis.

Pasalnya kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, pada dasarnya baik serapan Indonesia dan arti dalam bahasa asing memiliki makna yang sama yaitu ketersambungan.

“Namanya Jak lingko. Dan masyarakat internasional yang datang, kalau mereka melihat nama Lingko ini juga dekat dengan bahasa Inggris  yang artinya link yakni ketersambungan. Kita memilih menyerap bahasa-bahasa daerah karena sebenarnya kekayaan budaya di situ,” pungkasnya.