Infonitas > Jakarta > Pemerintahan >

Blusukan Tanpa Wartawan, Netizen Cecar Keberadaan Awak Media ke Anies

Kamis, 8 November 2018 | 14:53 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Yatti Febriningsih

Anies
Sumber foto @aniesbaswedan.
Foto : istimewa

Alih-alih mengajak wartawan, Anies lebih senang mempublikasikan kegiatannya lewat media sosial.

JAKARTA - Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan blusukan ke kawasan Cipinang, Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (7/11) malam. Menariknya, Anies datang ke lokasi tanpa sorotan awak media. 

Kedatangan Anies ini ia unggah sendiri melalui unggahan foto di instagram pribadi miliknya hari ini. Anies memposting 10 foto. Juga, posting kegiatannya elihat antisipasi terkait banjir Jakarta itu di Instastory. 

"Sore hingga malam kemarin, melakukan inspeksi ke RW 04 kelurahan Cipinang melayu, Jakarta Timur,” tulis Anies sebagai keterangan foto seperti dikutip Infonitas.com, Kamis (8/11/2018). 

Sayangnya, kegiatan Anies justru mendapat kritikan tajam pengguna internet yang membanjiri kolom komentarnya. Mereka mempertanyakan keberadaan awak media di saat Anies melakukan kegiatan yang dianggap penting dan harus disebarluaskan kepada masyarakat. 

“Kalian (media) pada kemana? Yang begini kalian enggak sebarkan,” tulis seorang netizen dalam kolom komentar Anies. 

“Dan tak ada satupun chanel TV yang menyiarkan,” komentar lainnya. 

“Alhamdulilah masih ada sosmed jadi masih bisa tetap update,” 

Tentu aja komentar ini menjadi salah satu evaluasi yang harus dipertimbangkan. Pasalnya bukan hanya sekali atau dua kali saja Anies turun ke lapangan tanpa sorotan awak media. Namun, pada dasarnya, awak media tidak tahu pasti agenda kegiatan yang dilakukan oleh Anies, bahkan Anies terkesan kucing-kucingan dan tertutup dengan media. 

Hal ini terlihat dengan sistem wawancara rutin yang biasa dilakukan di Balai Kota DKI Jakarta. Pada pemerintahan sebelumnya, awak media bisa bebas menanyakan apa saja saat bertemu dengan nara sumber di lokasi. Namun, pada pemerintahan Anies, awak media di wajibkan membuat list pertanyaan terlebih dahulu yang dikirimkan ke tim humas sebelum dijawab oleh Anies. 

Tidak hanya itu, untuk agenda kegiatan sehari-hari saja, awak media bahkan tidak tahu kegiatan pasti Anies selama seharian bekerja. Pasalnya, agenda yang di sebar oleh tim humas kebanyakan hanyalah agenda pembukaan atau peresmian, bukan agenda lainnya seperti blususkan atau rapat soal Tanah Abang dan lainnya yang menyangkut Jakarta. 

Ini jauh berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, di mana awak media biasanya mendapat jadwal kegiatan gubenur dalam satu hari. Sekalipun ada, itu juga agenda dadakan, awak media akan selalu mengikuti pergerakan Gubernur untu bisa diliput dan disebarluaskan. 

Inilah yang menjadi keluhan sejumlah awak media yang biasa bertugas di lingkup Balai Kota DKI Jakarta. Mereka sampa protes di salah satu group WhatsApp yang dimiliki Balai Kota. Dalam group tersebut awak media menyindir perihal agenda harian Anies yang dinilai tertutup. 

Alih-alih membawa wartawan ke lokasi, Anies lebih memilih melakukan live di Instagramnya atau memposting sendiri kegiatannya di instagram. "Kok acaranya Pak Gubernur membuka dan menerima melulu, ya? Kapan sidak ke lapangan,” kata salah satu wartawan saat melihat agenda gubernu