Infonitas > Jakarta > Pemerintahan >

Awas, Langgar Aturan Ganjil Genap Didenda Rp 500 Ribu

Selasa, 10 Juli 2018 | 16:52 WIB

Editor : Galih Pratama

Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi ganjil genap
Ilustrasi ganjil genap
Foto : istimewa

Per 1 Agustus 2018, bagi yang melanggar aturan ganjil genap di Jakarta akan langsung ditilang dan dikenakan dengan Rp 500 ribu.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Polda Metro Jaya resmi memperluas sistem ganjil genap hingga Jakarta. Kebijakan itu mulai di ujicoba mulai kemarin, Senin (2/7/2018).

Meski baru di ujicoba, pemerintah siap memberikan saksi tegas bagi pengendara yang melanggar. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Andri Yansyah, sanksi yang diberikan berupa tindak penilangan. Penindakan sendiri akan diberlakukan usai masa uji coba selesai, tepatnya pada 1 Agustus 2018.

“Penilangan sama kayak yang berlaku di Sudirman-Thamrin. Ini akan bertahap di mulai dari penilangan. Kalau uang bandel tilang biru Rp 500 ribu,” jelas Andri di Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

Untuk uji coba hari ini, Andri menegaskan jika pihaknya sudah melakukan sosialisai sebelumnya. Terkait ini pohak Dishub DKI sudah mulai memasang Vendor Management System (VMS). Selain itu juga sosialisai dengan menerapakan personil, flayer, spanduk, dan bentuk sosialisai lainnya.

“Walaupun ini satu bulan kita lakukan sosialisasi tidak menutup kemungkinan pada hari H masayarakat banyak yang nggak tau. Makannya, kita lakukan penjadwalan yang namanya ujicoba,” terang Andri.

Uji coba ini selanjutnya kata Andri diberlakukan dengan tujuan untuk menurunkan volume kendaraan di ibukota, kecepatannya, dan waktu tempuhnya. Selain itu, uji coba ini juga guna mendukung kelancaran lalu lintas saat perhelatan Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta mulai 18 Agustus mendatang.

Sementara soal tingkat efektifan, Andri menargetkan kebijakan ini bisa mengurangi kemacetan sebesar 25 sampai 30 persen. Andri berharap angka ini bisa sebanding dengan target yang ganjil genap yang sudah diberlakukan di beberapa wilayah dengan perluasan ganjil genap hingga ke jalan arteri.

“Syukur syukur bisa sebanding, di sana 30 di sini 30 persen. Tapi kita bisa mencapai 15-20 persen kemacetan di jalan arteri itu juga udh cukup bagus seperti itu,” pungkasnya.

Sistem ganjil genap selama Asian Games ini akan berlaku selama 15 jam per hari untuk dua sesi yakni pagi pada pukul 06.00-10.00 WIB dan sore pada pukul 16.00-20.00 WIB, untuk Asian Games diperpanjang dari 06.00 WIB sampai jam 21.00 WIB.

Kebijakan ini berlaku di beberapa titik yakni, Ahmad Yani, Jl DI Panjaitan, Jl MT Haryono, Jl Gatot Subroto, sebagian Jl S Parman, Jl Rasuna Said, Jl RA Kartini, Jl Metro Pondok Indah hingga Jl Benyamin Sueb.