Infonitas > Jakarta > Pemerintahan >

Ada Stasiun Pemantau Kualitas Udara di Venue Asian Games

Selasa, 7 Agustus 2018 | 10:41 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Yatti Febriningsih

Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) mobile
Ilustrasi Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) mobile
Foto : istimewa

Sesuai namanya, Stasiun Pemantau Kualitas Udara akan memberikan kontrol polusi di udara. Terpasang di venue-venue Asian Games.

JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta siap mengoperasikan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) mobile untuk memantau kualitas udara di venue-venue Asian Games 2018 di Jakarta. Antara lain di Wisma Atlet Kemayoran yang sudah dipasang sejak 2 Agustus lalu hingga 17 September 2018.

“Sebelumnya, kita letakkan di Kawasan Pacuan Kuda Pulomas dan Padang Golf Pondok Indah masing-masing selama seminggu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji di Jakarta, Selasa (7/8/2018). 

Alat tersebut akan menghasilkan data data untuk paramater PM 2.5, CO, NO2, Ozon, SO2, dan data meteorologi setiap 30 menit. Setelah terkumpul, data diolah server yang berada di UPT Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah (LLHD) Dinas Lingkungan Hidup dan diinformasikan sebagai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). 

“Indeks ini menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu yang didasarkan pada dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan,” terang dia. 

Jika  ISPU bernilai 0-50  maka kualitas udara dikategorikan baik,  artinya  tidak memberikan dampak terhadap kesehatan manusia atau hewan. Indeks bernilai 51–100 dikategorikan kualitas udara sedang, tidak berpengaruh terhadap kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh terhadap tumbuhan yang peka.

Sedangkan indeks 101–199 dikategorikan tidak sehat. Bersifat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang peka atau dapat menimbulkan kerusakan terhadap tumbuhan ataupun nilai estetika. Indeks 200–299 dikategorikan sangat tidak sehat, kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan kepada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Sedangkan indeks 300–500 kategori berbahaya, dapat merugikan kesehatan serius kepada populasi, misalnya iritasi mata, batuk, dahak, dan sakit tenggorokan.

Hasil ISPU secara rutin diinformasikan kepada masyarakat setiap hari mulai pukul 15.00 WIB melalui papan display di Laboratorium Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta, Website Smart City Jakarta dan Website Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.