Infonitas > Jakarta > Hukum >

Masa Cawagub Harus Fit and Proper Test? Memangnya Kadis

Kamis, 8 November 2018 | 14:28 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Yatti Febriningsih

Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana
Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana. Sumber foto jakarta.pks.id
Foto : istimewa

Triwisaksana mempertanyakan fit and propert test terhadap cawagub DKI.

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana tidak setuju  bila pemilihan calon wakil gubernur DKI Jakarta harus melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terlebih dahulu. 

“Memangnya kepala dinas atau Dirut BUMD. Kalau pendapat saya pribadi itu fit and proper test tidak perlu dilakukan karena itu ada anggapan bahwa cawagub tidak proper, tidak capable. Mana ada wakil gubernur, kepala daerah di tempat lain dites dulu?” ujar Triwisaksana di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Itu berarti, tidak ada kepercayaan. “Ini artinya calon yang diajukan PKS dianggap tidak proper, tidak capable sehingga harus ada fiit and proper tes dulu. Seharusnya hanya memperkenalkan, bukan test, calon PKS dikenalkan ke Gerindra, khususnya PKS,” sambungnya. 

Triwisaksana menegaskan meskipun tidak dilakukan fit and proper tes, ia memastikan jika calon yang diusung partainya ini adalah calon terbaik. 

Dengan begitu, ia yakin para calon adalah orang yang kompeten menggantikan posisi yang telah ditinggalkan Sandiaga Uno. “Dulu, pas Pak Anies dan Pak Sandi dicalonkan oleh PKS-Gerindra, emang ada fit and proper test? Pak Prabowo, Pak Sandi ada badan fit and proper test? Berarti ada keraguan,” pungkasnya.


 
 
 
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait