Infonitas > Jakarta > Ekonomi Bisnis >

Penuhi Keputusan MA, Ada Jalur Khusus Motor di Sudirman-Thamrin

Jumat, 12 Januari 2018 | 18:03 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Yatti Febriningsih

Kapan Jalanan Ibu Kota Lengang Lagi?
Kondisi jalanan lengang di kawasan Sudirman saat Hari Buruh, Jumat (1/5/2015)
Foto :

Dalam penuhi keputusan MA, bakal ada jalur khusus motor di Sudirman-Thamrin yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan jalur khusus untuk motor di kawasan Sudirman - Thamrin, Jakarta Pusat. Ini sebagai tindak lanjut keputusan Makamah Agung (MA) terkait pembatalan pelarangan sepeda motor di kawasan tersebut Senin (8/2/2017) lalu.

“Apakah putusan MA ini diputuskan apa tidak. Akhirnya kita putuskan dilaksanakan. Berarti motor boleh,  semua rambu turun, baik itu rambu yang ada di kawasan tersebut maupun rambu di jalan alternatif yang mau menuju kawasan tersebut. Dan untuk lebih menertibkan kawasan itu, kami akan membuat lajur khusus sepeda motor,” beber Kepal Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah di Balai kota, Jakarta, Jumat (12/1/2017).

Saat disinggung soal usulan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra untuk menerapkan sistem ganjil genap untuk Motor, Andri belum bisa merealisasikan dalam waktu dekat. Kendati begitu, rencana ini kemungkinan bisa diterapkan setelah ada hasil evaluasi keefektifan jalur khusus motor ini.

“Setelah itu kita evaluasi nih efektivitasnya sejauh mana sebelum kita menentukan formulasi yang baru. Formulasi baru kan usulan pak Dirlantas, ganjil genap sepeda motor. Boleh-boleh saja, tapi ini dulu nih kita evaluasi,” jelasnya.

Andri melanjutkan jika masa evaluasi ini tidak akan lebih dari satu bulan. Setelah dievaluasi, dan hasilnya tidak efektif, maka kata Andri sistem ganjil genap untuk motor akan diterapkan bagi kendaraan roda dua yang melintas dikawasan Sudirman - Thamrin.

“Enggak sebulan lah, kelamaan banget. Seminggu-dua minggu lah kita evaluasi. Kalau seumpama terjadi kemacetan luar biasa, baru nanti kita kasih obat lagi dengan ganjiil genap. Tetapi kalau seumpama posisi nya masih bisa dikendalikan, nggak perlu lagi ganjil genap,” pungkasnya.