Infonitas > Jakarta Kota > Laporan Utama >

Bulan Tertib Trotoar Jakarta Diperpanjang dan Dikenakan Sanksi

Senin, 4 Sepember 2017 | 13:17 WIB

Editor : Muhammad Saiful Hadi

Reporter : Yatti Febriningsih

Ilustrasi pelanggaran trotoar.
Ilustrasi pelanggaran trotoar.
Foto : istimewa

Bulan Tertib Trotoar Di Perpanjang hingga September, kemudian bagi pelanggar dikenakan sanksi penjara dan denda Rp100 ribu hingga Rp20 juta.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memutuskan untuk memperpanjang bulan tertib trotoar. Selain perpanjangan, nantinya akan mulai diberlakukan sanksi bagi para pelanggar.

"Terus diperpanjang dan September ini akan dengan sanksi. Saya akan sampaikan ke Dishub dan Satpol pp. Kemarin kan hanya himbauan sosialisasi. Sanksinya bertahap," ujar Djarot udai melaksanakan Rapat Pimpinan (Rapim), di Balai Kota, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Dalam kesempatan yang sama kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Yani Wahyu menyebut pelanggar trotoar paling banyak dilakukan oleh kendaraan roda dua. Dengan ini, senada dengan Djarot, Yani juga menegaskan dalam Bulan Tertib Trotoar ini akan diberlakukan sanksi bagi pelanggar.

"Total pelanggar trotoar ada 11 Ribu dalam sebulan sekitar empat ribu pelanggarnya adalah roda dua. Sekarang kalau dia nerobos lagi saya kenalan tipiring. Dendanya, sanksinya minimun 10 hari dan maksimal 20 hari kurungan penjara, kemudian denda Rp100 ribu - Rp20 juta," papar Yani.

Lebih lanjut, Yani menyebut pelanggaran paling banyak terjadi pada jalan-jalan utama seperti Daan Mogot dan Bekasi Timur ke Jakarta. Yani menegaskan jika perpanjangan ini, Satol PP akan bertindak tegas pada pengendara yang tetep menerobos trotoar.

"Jalur-jalur itu yang rentan atau rawan diterobos. Kalau kemarin-kemarin sifatnya kan sosialisasi yah. Sekarang bisa kena tipiring dengan denda yang tadi. Kemarin udah di edukasi, sekarang nggak ada ampun," tukasnya.