Infonitas > Feature >

Warga Penjaringan Rentan Cemburu

Jumat, 16 Februari 2018 | 15:30 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Adi Wijaya

Kapolsek Metro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Polisi Rachmat Sumekar
Foto : Adi Wijaya

Kecemburuan sosial rentan terjadi di Jakarta Utara, terutama di Kecamatan Penjaringan. Lokasi pemukiman kumuh dan elite saling berhimpitan.

PENJARINGAN - Tingkat ekonomi masyarakat kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara tergolong kompleks. Perbedaan mencolok antara hunian perkampungan dan perumahan elite tampak jelas terlihat.

Memasuki kawasan Penjaringan dari Jalan Lodan Raya, ditemui Kampung Akuarium dan Kampung Luar Batang, di Kelurahan Penjaringan. Seperti diketahui, warga Kampung Akuarium tak memiliki rumah karena telah dibongkar pemerintah DKI Jakarta. 

Tak jauh dari lokasi itu, terdapat sejumlah perumahan elite di kelurahan Pluit. Dihiasi pusat perbelanjaan, seperti Mall dan supermarket gagah berdiri. Namun, kawasan pesisir itu juga dihuni para nelayan su perkampungan Blok Empang. Ribuan jiwa mendiami rumah panggung yang berbatasan dengan laut Jawa.

Selepas lokasi itu, terdapat kawasan super elite dengan sebutan Pantai Indah Kapuk (PIK), Kelurahan Muara Karang. Sejumlah perumahan diisi hunian super besar bak istana. Itu pun belum termasuk kawasan PIK 2 yang belum dioperasikan. 

Di ujung perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat, ditemui kembali perkampungan dengan sebutan Kampung Muara Karang. Lokasi itu diisi ribuan jiwa yang rata-rata memiliki tingkat ekonomi menengah kebawah.

Kapolsek Metro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Polisi Rachmat Sumekar tak menampik kondisi tersebut. Memang rentan kesenjangan sosial. Otomatis, rentan pula terjadi keributan atau tindak kriminalitas.

"Di sini kesenjangannya agak tinggi. Menengah ke bawah ada, menengah ke atas banyak. Ini yang kita khawatirkan dengan kondisi wilayah seperti ini," jelasnya," kata Rachmat saat ditemui di Mapolsek Metro Penjaringan, Jumat (16/2/2018).

Itu sebabnya, mantan Kapolsek Metro Setia Budi itu tak pernah bosan menjalankan fungsi Preentive dan Preventive kepolisian. Terjun ke lingkungan masyarakat untuk melakukan pencegahan agar tak terjadi kericuhan.

"Menugaskan satuan Sabhara dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Mewaspadai adanya aksi kejahatan di lingkungan sekitar," lanjutnya.

Menurutnya, tak sulit bagi aparat kepolisian untuk masuk ke lingkungan masyarakat, baik perkampungan maupun perumahan elite. Asalkan, rutin dilakukan agar masyarakat menerima fungsi kepolisian.

"Masyarakat selalu menerima kami di lingkungannya. Engga ada satu pun dari mereka yang menginginkan adanya aksi kejahatan," tutupnya.