Infonitas > Feature >

Usaha Lio Milik Yahya Tak Lekang Zaman

Senin, 4 Sepember 2017 | 15:30 WIB

Editor : Muhamad Ibrahim

Reporter : Ronald Tanoso

Proses pembuatan batu bata merah menggunakan lio dilakukan secara tradisional.
Foto : Ronald Tanoso

Usaha pembuatan batu bata merah menggunakan lio secara tradional tetap dipertahankan oleh Yahya Nasrudin

CIBUBUR – Di tengah perkembangan teknologi, usaha pembuatan batu bata merah milik Yahya Nasrudin masih dilakukan secara tradisional. Usaha tersebut telah digelutinya sejak tahun 1977 silam.

Dengan mengandalkan lio, sebutan bagi tempat untuk memproduksi bata merah, Yahya bersama dengan tiga pekerjanya dalam sehari dapat menghasilkan 900 buah.

Dalam produksinya, Yahya hanya menggunakan peralatan sederhana. Mulai dari alat pembakaran seperti tungku hingga bahan baku bata berasal dari alam.

“Semua bahan yang dipakainya berasal dari alam. Mulai dari bahan batu bata hingga alat pembakarannya,” jelas pria berumur 54 tahun itu.

Dia menuturkan, usaha yang digelutinya merupakan turun temurun dari kelurga. Seperti, Lio seluas 600 meter persegi yang merupakan warisan dari sang kakek.

Lanjutnya, proses pembuatan batu bata merah sejak dulu tak pernah berubah. Untuk menghasilkan produk maksimal dibutuhkan kesabaran.

“Batu bata yang bagus adalah batu bata yang tidak hanya melalui proses pencetakan tetapi juga pembakaran yang sesuai. Semuanya dilakukan tanpa menggunakan mesin sama sekali," bebernya.

Maka tidak mengheran, jika dalam proses pembuatan batu bata ini memakan waktu panjang. Bisa sampai berminggu-minggu lamanya.

"Untuk proses pembakarannya saja bisa makan waktu 2 hari 2 malam," sambungnya.

Ketika Info Cibubur menyambangi usaha milik Yahya, yang berada di Desa Bojong Kaso, Kecamatan Cileungsi Kidul Kabupaten Bogor, suasana terlihat sepi. Pasalnya, sang pemilik mengerjakan batu bata merah jika memang ada pesanan saja.

Terlebih saat ini sedang musim kemarau. Pasokan air untuk mengolah tanah liat dan tanah merah berkurang. Hal tersebut turut berdampak dalam proses produksi batu bata merah.

“Tanah jadi lebih keras dan sulit untuk dicetak menjadi bata mentah," ungkapnya.

Melihat proses pembuatan batu bata merah menggunakan lio yang cukup rumit, tidak mengherankan usaha yang digeluti Yahya mulai dilupakan zaman.

Bahkan usaha sejenis yang dilakoni warga setempat gulung tikar. Mereka banyak beralih profesi membuka usaha lain yang menjanjikan. Berbeda dengan Yahya yang terus bertahan di tengah kemajuan zaman.