Infonitas > Feature >

Terminal Tanjung Priok Masih Jadi Primadona Masyarakat Ibu Kota

Jumat, 1 Sepember 2017 | 19:15 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Adi Wijaya

Situasi Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara saat libur Idul Adha
Foto : Adi Wijaya

Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan Terminal Pulogebang sebagai sentra pemberangkatan bus AKAP, tetapi masyarakat Ibu Kota justru memilih terminal Tanjung Priok sebagai tujuan untuk berpergian ke luar kota.

TANJUNG PRIOK – Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah pada Jumat (1/9/2017) membuat sebagian warga Ibu Kota menghabiskan waktu untuk berlibur. Hal ini lantaran, Sabtu dan Minggu libur kerja.

Berbagai jenis sarana transportasi, baik udara, laut dan darat menjadi sasaran masyarakat untuk berpergian ke luar kota maupun ke luar negeri. Bahkan, tak jarang yang melakukan mudik ke kampung halaman seperti saat momen Idul Fitri pada beberapa bulan lalu.

Salah satu, transportasi yang masih diminati oleh para pemudik adalah bus. Contohnya, Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara masih menjadi primadona warga. Terbukti, tiket bus jurusan Purwokerto, Purbalingga, Pekalongan, Semarang, Yogya, Tasikmalaya, Bogor, Cikampek, dan Karawang ludes terjual.

Berdasarkan data Pengelola Terminal Tanjung Priok, tercatat ada lonjakan penumpang sekitar 80 persen atau 400 ketimbang hari biasanya. Lonjakan penumpang itu, tercatat Kamis (31/8/2018) sore hingga perayaan Idul Adha, Jumat (1/9/2017).

“Ada lonjakan penumpang sekitar 400 orang,” ujar Kepala Terminal Tanjung Priok, Mulya.

Untuk mengantisipasi penumpang terlantar akibat tidak kebagian bus, pengelola terminal melakukan koordinasi dengan pemilik Perusahaan Otobus (PO) untuk menyediakan armada tambahan.

"Kita sudah antisipasi dengan baik. Koordinasi pengamanan dilakukan petugas baik petugas terminal, Dishub, Polsek, dan Koramil," jelas Mulya, Kepala Terminal Tanjung Priok.

Jarak Jadi Alasan Penumpang Enggan ke Terminal Pulogebang

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memusatkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur. Namun, keberadaan terminal terbesar se-Asia Tenggara tersebut tidak menarik calon penumpang untuk berangkat dari sana.

Salah satunya Rohim (36), warga Kebon Jeruk ini, memilih Terminal Tanjung Priok sebagai tujuan menuju kampung halamannya di Karawang, Jawa Barat. Alasanya, jarak tempuh dari kediaman Rohim menuju Terminal Pulogebang terlalu jauh.

"Kalau ke Terminal Pulogebang terlalu jauh mas," kata Rohim saat ditemui di Terninal Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tingginya lonjakan penumpang di Terminal Tanjung Priok, membuat Rohim harus bersabar menunggu giliran antrean bus. Selain itu, adanya kemacetan di Tol Cipularang mengakibatkan lamanya bus tiba di sana.

"Katanya sih bus nya kena macet di tol. Ya kita sih sabar aja dulu," ucap dia.

Saat ini, Terminal Tanjung Priok mengalami lonjakan penumpang mencapai Kepala Terminal Tanjung Priok, Mulya mengatakan bus yang mengalami lonjakan penumpang, yakni tujuan Momen libur panjang lebaran Haji ini, warga memanfaatkan untuk pulang ke kampung halaman pada Kamis Sore atau seusai menunaikan shalat Idul Adha pada pagi tadi.