Infonitas > Feature >

Rahasia Titiek Puspa dalam Membuat Lagu

Senin, 4 Desember 2017 | 20:45 WIB

Editor : Ichwan Hasanudin

Reporter : Wildan Kusuma

Titiek Puspa bersama Fariz RM dilaunching single 'Dansa Yo Dansa' dari band Java Jive. Lagu itu merupakan salah satu dari sekian banyak lagu ciptaannya.
Foto : Wildan Kusuma

Nama Titiek Puspa dan karya-karyanya di jagad hiburan sudah tidak perlu diragukan lagi. Lantas apa rahasianya Rahasia Titiek Puspa dalam membuat lagu?

KEBAYORAN - Siapa yang tak kenal Titiek Puspa. Penyanyi legendaris memiliki daya tarik sendiri dalam berkaya di belantika musik Indonesia. Siapa sangka, caranya dalam membuat lagu sangat sederhana. Apa rahasianya?

Sumarti atau yang sangat dikenal dengan Titiek Puspa merupakan salah satu legenda penyanyi perempuan di Indonesia. Wanita kelahiran 1 November 1937 ini mendapatkan penghargaan dari Rolling Stone Indonesia dalam kategori lagu terbaik sepanjang masa.

Berkarya sejak 1954, tentunya lagu-lagu penyanyi kelahiran Tanjung, Kalimantan Selatan ini mampu menghipnotis kuping masyarakat Indonesia untuk mendengarkannya. Ternyata, rahasianya dalam membuat lagu sangat sederhana, yaitu dari apa yang dilihat dan dirasakannya.

"Saya sebenarnya orang bodoh, les aja gak pernah. Kalau buat saya lagu itu apa yang saya lihat dan saya rasakan," ujar Titiek dalam konferensi pers lagu terbaru Java Jive Dansa Yo Dansa di Essence Apartemen, Darmawangsa, Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (4/12/2017).

Miris Melihat Keadaan Anak Muda Indonesia
Setelah sekian lama berkaya, Titiek merasa sangat miris dengan keadaan anak muda Indonesia. Lagu anak-anak mulai banyak ditinggalkan dan minim karya. 

Melihat hal itu, dia saat ini bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Indonesia berupaya untuk membuat lagu anak. Namun, lagu anak yang dibuatnya memiliki tujuan agar anak-anak Indonesia bisa lebih mecintai Tanah Air. 

"Saya menangis, di Indonesia ini sudah tidak ada tata krama. Saya nangis sama Tuhan, apa yang bisa buat untuk anak-anak Indonesia. Akhirnya saya bikin lagu 2014 dan sampai akhirnya selesai 2016, saya tawarkan kepada Menhan yang jurusnya bela negara," katanya.

Lagu anak tersebut didasari oleh kekhawatiran dengan moral anak-anak Indonesia. Selain itu, melalui lagu anak ini agar masyarakat juga bisa mencintai cinta.

"Jadi saya khawatir dengan anak-anak, akhirnya saya bikin lagu untuk anak. Untuk membuat lagu ya begitu adanya, karena rasa cinta saya kepada negeri ini," tandasnya.

Lagu Kupu-Kupu Malam
Tentunya, masyarakat Indonesia sudah familiar dengan lagu ‘Kupu-kupu Malam’. Itu salah satu karya Titiek Puspa yang tak lekang oleh waktu.

Tak sedikit penyanyi dan grup musik di Indonesia menyanyikan lagi tersebut. Ternyata, lagu tersebut memiliki misteri yang menggugah hati Titiek Puspa.

"Kupu-KUpu malam itu true story. Dia seorang istri (janda), dia punya hutang dan gak punya uang, dia disuruh bayar dan harus bayar dengan badannya. Dia cerita sama saya. Dia ingin dapat jodoh, dan Alhamdulillah seminggu kemudian anak itu dapat jodoh," katanya.

 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Pemandangan Calon Danau Jenewa dari Jakarta Utara

Kamis, 7 Desember 2017 | 14:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : R Maulana Yusuf

Danau Sunter
Foto : R Maulana Yusuf

Danau Sunter yang berada di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara sebagai calon Jenewa-nya Indonesia terlihat pemandangan sampah berserakan.

TANJUNGPRIOK - Danau Sunter yang berada di kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara belakangan ini menjadi perbincangan hangat. Ini semua lantaran Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyulap Danau Sunter seindah danau di Jenewa, Swiss.

Letak Danau Sunter berada di Jalan Sunter Selatan dan Jalan Danau Permai Timur. Dalam sehari-hari, biasanya kebanyakan masyarakat menghabis kegiatan di Jalan danau sunter selatan dengan memancing.  Bukan hanya itu saja, para pengendara yang mayoritas driver ojek online kerap berteduh untuk istrirahat di pinggir danau.

Keramaian itu, dimanfaarkan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menjajakan dagangan mereka yang berupa makanan dan minuman.

Pada Rabu (7/12/2017) Sore, infonitas.com  menyambangi salah satu lokasi wisata di Jakarta Utara terlihat hamparan sampah yang bertebaran di pinggir danau. Hal ini, masih membuktikan kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Padahal, Peraturan Daerah nomor 3 Tahun 2013 telah melarang membuang sampah di sungai/kali/kanal,waduk,situ, saluran air limbah, jalan, taman atau tempat umum dan apabila dilanggar akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 500 ribu.

Belum lagi, minim tempat pembuangan sampah di sisi kanan kiri danau. Hal ini menyebabkan, warga dan pedagang untuk membuang sampah sembarangan di sekitar danau.

Seperti yang diungkapkan Ali, pedagang minuman yang sehari-hari berjualan di area danau sunter selatan, menurutnya tak adanya tempat sampah menjadi salah satu faktor para pengunjung danau membuang sampah sembarangan.

"Disini tak ada tempat sampah mas, banyak warga yang bawa bekal makanan dan makan disini lalu sampahnya dibuang saja di pinggir danau,"ungkapnya.

Selain itu, kata Ali,  banyak juga para pedagang kaki lima yang tidak menyiapkan wadah sampah untuk dagangannya terutama pada malam hari. "Banyak para pedagang nakal tidak menyiapkan tempat sampah dan asal buang saja apalagi kalau malam,"tambahnya.

Tak Ada Jaminan Keamanan Tempat Sampah

Sementara itu,  Kepala Suku Dinas lingkungan Hidup Jakarta Utara Slamet Riyadi memiliki alasan tersendiri mengapa tidak menyiapkan tempat sampah di sepanjang  Danau Sunter yang berada disisi Jalan Danau Sunter Selatan. Menurutnya tidak ada jaminan keamanan jika ditaruh tempat sampah dilokasi tersebut, dikhawatirkan jika ditaruh maka akan hilang diambil pemulung.

Selain itu para petugas kebersihan rutin setiap pagi membersihkan sampah yang ada di jalan tersebut. "Setiap hari sekitar pukul 07.00 WIB ada 5 petugas membersihkan dan mengangkut sampah yang ada di lokasi, rata-rata setiap hari bisa mengakut 2 meter kubik sampah  yang terdiri dari sampah bekas para pedagang seperti botol, plastik kemasan dan lainnya,"kata slamet saat dihubungi infonitas.com.

Hingga berita ini diturunkan, pada hari ini atau pagi tadi, petugas Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara berbondong-bondong memasang tempat sampah.

Pemandangan di sisi Jalan Danau Permai Timur Lebih Tertata

Pemandangan berbeda terlihat  di sisi Jalan Danau Permai Timur yang lebih tertata rapi. Terdapat warung- warung seafood, warung makan dan pedagang kelapa muda yang bisa dinikmati sambil melihat pemandangan danau. Perahu bebek dan jetski juga disediakan bagi mereka yang mau mengelilingi danau. Di dekat danau juga terdapat apartemen, hotel dan gelanggang olahraga

Kebersihan di Jalan Danau Permai Timur lebih terjaga, meski tak terlihat adanya tempat sampah yang disediakan tetapi para pedagang selalu membersihkan area yang dikelola oleh Koperasi Pembina Profesi dan Olahraga Perairan (KPPOP) sejak tahun 2014.

"Selalu dibersihkan mas agar pengunjung nyaman dan sampahnya dimasukan wadah plastik, besok pagi diangkut petugas kebersihan,"kata Imron, salah satu pedangang.

Pemandangan tak kalah indah juga terlihat di waduk Sunter barat yang tidak jauh lokasinya dari danau Sunter.  Pantauan dilokasi, terlihat lebih rapi karena sudah dipasangi sheet pile, nyaris tidak ada sampah yang menonjol dan terlihat oleh mata. trotoar dibuat lebih lebar dan tersedia jalur hijau bagi pesepeda.Bangku di sepanjang jalan dipayungi pepohonan bisa menjadi alternatif untuk sekadar bersantai.

Pasukan oranye dari Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Sesekali terlihat membersihkan Waduk. Area Waduk terlihat minim sampah. Namun airnya masih hijau pekat.

Kepala Suku Dinas lingkungan Hidup Jakarta Utara, Slamet Riyadi mendukung ide Menteri Susi untuk mempercantik Danau Sunter sehingga menjadi seperti danau di Jenewa. "Hal tersebut bisa dilakukan atas kerjasama seluruh stakeholder dan juga masyarakat,"tutupnya.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Kisah Para Pebisnis Muda di Pluit Mulai Bertualang

Senin, 4 Desember 2017 | 11:15 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Farid Hidayat

Alvin Tanudjaya
Foto : Malik Maulana

Hampir setiap orang memiliki keinginan berbisnis. Termasuk, para kalangan muda di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka mengisahkan awal mula menjadi pebisnis.

PLUIT - Setinggi apapun pangkat yang Anda miliki, Anda tetaplah karyawan. Sekecil-kecilnya apapun usaha, Anda adalah bosnya. Keinginan berbisnis pasti dimiliki oleh setiap orang. Alasannya jelas, seperti pernyataan Bob Sadino tersebut. Prosesnya memang tidak mudah. Ada banyak karyawan yang sudah mencoba tetapi berujung kegagalan. Namun, banyak pula yang berhasil. Paling tidak, berjalan stabil.

Pantauan Infonitas mayoritas yang bisa langgeng adalah yang menyesuaikan bisnis dengan hobinya. Misal, Alvin Tanudjaya. Dia lebih memilih bisnis kuliner karena pengalamannya sebagai chef dessert selama 2 tahun di salah satu restoran di Sydney.

“Sebelumnya, saya hanya karyawan biasa. Part time sambil kuliah di sana. Total, 6 tahun saya menjadi karyawan. Sudah cukuplah. Skill sudah ada. Jadi, kenapa enggak dipakai buat bisnis sendiri,” ucapnya.

Sesampainya di Tanah Air, pria berusia 24 tahun ini langsung meminta restu orangtua. Namun, yang didapat justru pertentangan. Sebab, orangtua lebih menginginkan Alvin meneruskan bisnis keluarga.

Alvin teguh. Dia terus berusaha meyakinkan orangtuanya. “Saya coba jelaskan detail mengenai bisnis yang akan saya jalankan. Mulai dari ide, hingga pemasarannya. Jadi, seperti karyawan persentasi dulu. Ya, akhirnya modal nekat. Kebetulan, saya masih punya tabungan hasil kerja keras di Sydney. Saya ajak beberapa teman join. Saya megang produk dan dapur, ada yang bagian marketing, dan ada yang accounting,” tuturnya.

Berawal dari berjualan dessert di bazar-bazar. Namun, gagal. Berlanjut ke burger. Usaha yang kedua ini lebih meningkat dari sebelumnya. Alvin bisa membuka gerai di Bogor. Sayangnya, hanya bertahan singkat. Lagi-lagi, dia harus merasakan kegagalan.

Tidak ada kata menyerah. Alvin kembali mencoba. Kali ini, dia lebih detail. Mengevaluasi hasil kerja sebelumnya. Kekurangan yang terjadi coba diperbaiki. Hingga lahirlah Latteria Gelato, kedai dessert yang berlokasi di Rukan Crown Golf Blok D, nomor 39 Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara.

“Sudah jalan 2 tahun.  Saya juga punya brand lain, kedai Up To Date yang sudah punya 3 cabang, Sabore, baru satu cabang, dan coffee shop Kakolaite di Serpong,” kata Alvin.

Jelas, ada perbedaan pola pikir ketika menjadi karyawan dan pebisnis. “Dulu, saya tidak pernah berpikir untung-rugi. Perusahaan mau untung atau tidak, saya enggak pernah terlalu peduli. Yang penting kerja serius. Pulang ke rumah bisa leha-leha. Kalau sekarang, pulang ke rumah pusing mikirin bon, mikirin complain customer, dan hal-hal lain. Ketemu keluarga paling sarapan dan makan malam,” ungkapnya.

Serupa dengan Maria Anggraini owner Engs Resto dan Founder desain baju This Is April. Semasa menjadi karyawan di satu toko roti, restoran chinese food, dan hotel di Sydney, dia pun tidak pernah memikirkan profit perusahaan. “Datang kerja yang penting mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Tidak pernah berpikir usaha mau dibawa kemana, bulan ini profit atau tidak, gimana cara menaikkan profit, tidak pernah sama sekali.”

Namun, saat menjajal membuka kuliner, Maria merasakan level stres berbeda. “Harus mengerjakan tugas harian, memikirkan masalah operasional, harga sewa, kenaikan harga bahan baku, pemasaran, pengembangan bisnis, hingga kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan bisnis kita. Jadi, tidak ada istilah 9-5, pastinya beban pekerjaan ada setiap saat,” ungkap Maria.

Namun, kata dia, tetap enjoy. Sebab, bisnis yang digeluti yakni di bidang kuliner dan fashion merupakan passion-nya. “Apalagi, suami dan keluarga saya sangat mendukung. Jadi, bisa terus semangat. Malah, semakin tertantang untuk lebih besar lagi.”

Caroline Wong, owner Diverse Movement Crew dan Diverse Muaythai Crew sependapat. Merintis bisnis memang lebih nyaman dari hobi. Wajar, bila Caroline lebih memilih mendirikan tempat berlatih dance.

“Berawal dari berkeliling mengajar dance. Lalu, di rumah sendiri. Lambat laun, jumlah muridnya semakin banyak tidak tertampung lagi di rumah.” Akhirnya, pada Oktober 2014 lahirlah Diverse Movement Crew. Lokasinya pindah ke  Muara Karang Blok O 6 Barat No. 3, RT.2/RW.8, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Proyeksi 2018

Menurut Caroline, bisnis ini seperti mimpi yang terwujud. Tidak pernah terpikir akan sebesar sekarang. Dari hanya 4 murid hingga 180 murid hanya dalam waktu 2 tahun. Kini, tantangan terbesar adalah menjaga agar terus langgeng. Caranya, dengan menjaga kualitas dan fokus. “Nantinya, kita juga akan buat the art of dance, menambah genre, muaythai, dan fitness studio.

Maria Anggraini juga sudah menyiapkan langkah jitu untuk pengembangan bisnis tahun depan. Dia percaya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik dan berdampak baik bagi perkembangan bisnis. “Saat ini, saya sudah memiliki team business development yang kerjaannya survey tempat, survey demografi dan segala macamnya. Sebab, untuk retailer dan restoran, location is king.”

Pasalnya, Maria sudah berencana akan membuka 20 gerai baru This is April dan dua restoran lagi. “Kita tidak boleh puas diri. Harus terus belajar mengikuti perubahan.”

Begitupun Alvin, pada 2018, dia akan mencoba mewaralabakan bisnisnya. Serta, mau mencari lokasi baru di mal-mal Jakarta. “Tapi, kita masih survey untuk lokasi. Kita harus lihat dulu traffic mal saat weekday dan weekend atau saat dinner maupun lunch. Terus, kita juga harus pelajari target market mal yang kita incar, dan lain-lain. Semua masih dalam proses.”


 
 
 
Infonitas > Feature >

Red Velvet dan Fruit Cake Bakal Jadi Tren Natal 2017

Senin, 4 Desember 2017 | 10:45 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Nurul Julaikah

Dynamic Bakery
Foto : Ferico Anaska

Momen Natal tentu selalu dihiasi dengan penganan-penganan khas. Tahun ini, Red Velvet dan Fruit Cake bakal menjadi tren Natal 2017.

KELAPA GADING - Masyarakat yang merayakan Natal tentu telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambutnya. Ada yang telah menghias rumahnya dengan beragam aksesori bernuansa Natal, ada yang sudah menyiapkan busana, bahkan ada sudah yang sibuk menyusun daftar penganan yang akan disajikan. Tujuannya hanya satu, tampil sempurna pada hari penuh keberkahan itu.

Juli contohnya. Dia lebih memilih memprioritaskan menyusun daftar penganan terlebih dahulu dibanding harus mempersiapkan dekorasi dan busana. Sebab, hidangan yang tersaji dapat diartikan sebagai bentuk jamuan penghormatan kepada tamu. Terlebih, ketika Natal, saudara, rekan-rekan, dan para karyawannya kerap berkunjung.

Bagaimanapun, Natal adalah momen istimewa. Di setiap negara, Natal identik dengan makanan. Selalu ada menu khusus yang tersedia. “Itulah alasannya mengapa saya menganggap hidangan merupakan hal penting yang harus tersedia dan tidak boleh seadanya," jelas dia.

Hal sama diungkapkan Sendy. Setiap momen Natal, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah hidangan.

Terutama, kata dia, untuk hidangan berat. Berdasarkan tradisi keluarga, harus didominasi dengan menu-menu khas Kalimantan Barat.

Bagi dia dan keluarga, menu-menu itu memiliki makna tersendiri. Simbol untuk mempererat tali kekeluargaan. "Kebetulan, keluarga saya memang berasal dari sana. Melalui hidangan, kita ingin menjadikan hari raya Natal sebagai ajang keakraban. Juga, pengingat kenangan. Ada kenikmatan tersendiri ketika kita bisa duduk bersama di meja makan sambil menikmati hidangan-hidangan khas tanah kelahiran," tutur dia.

Selain hidangan berat khas Kalimantan Barat, tradisi lain yang telah boleh ditinggalkan adalah menyediakan kue. Minimal harus sepuluh jenis, baik kue-kue kering, roti, maupun cake. Adapun maknanya hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu yang datang. "Untuk penganan ini, saya tidak terlalu pusing. Sebab, banyak dijual di toko-toko kue. Lazimnya, memang kita pesan. Namun, terkadang, kami sengaja membuatnya sendiri," kata warga Kelapa Kopyor, Kelapa Gading ini.

Soal penganan, Chef Ririn Marinka masih memperkirakan Red Velvet dan Fruit Cake menjadi tren Natal karena warna merah dan hijau masih identik dengan Natal tahun ini.

Sedangkan rainbow cake, Marinka memastikan tidak akan sepopuler tahun sebelumnya. Sebab, selain warna merah dan hijau, ada salju yang identik dengan hari besar umat Nasrani ini. Oleh karenanya, permintaan cookies di setiap toko roti akan mengalami peningkatan pada Desember hingga menjelang 2018.

Tentu saja, cookies dengan hiasan sugar dan cake yang menggunakan spices seperti kayu manis banyak terjual di pasaran jelang Natal ini.

“Jadi carrot cake itu masih bisa jadi tren juga. seperti yang saya sebutkan sebelumnya, fruit cake juga masih menjadi idola karena mengandung bahan rempah rempah juga,” kata dia.

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang belum menempatkan cake and bakery sebagai makanan utama menyebabkan menu dessert ini kurang begitu populer. Namun, sejak artis-artis merintis usaha roti dalam beberapa tahun terakhir, sangat membantu cake dan bakery mengalami peningkatan yang signifikan. 

“Jadi kalau seperti Rainbow Cake atau kue artis nampaknya tidak masuk ke tren Ntal deh,” kata dia.

Resep Membuat Fruit Cake Ala Chef Ririn Marinka

Bahan :

Tepung terigu 250 gram

Baking powder 15 gram

Campuran buah kering 150 gram

Mentega 200 gram

Gula pasir 250 gram

Telur 5 butir

Cara membuat:

1. Campur mentega, gula pasir dan telur dalam satu mangkuk. Kocok merata dengan mixer hingga lembut dan gula larut.

2. Masukkan sedikit demi sedikit tepung terigu yang sudah diayak dan baking powder. Aduk merata dengan spatula.

3. Terakhir campurkan buah kering dan aduk lagi hingga merata.

4. Tuang adonan ke Loyang yang sudah diolesi dengan mentega dan ditaburi tepung terigu. Masukkan ke dalam oven dengan suhu 180 derjat Celcius kurang lebih selama 45-50 menit. Sesudah matang, angkat dan biarkan agak dingin sebelum dipotong.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Mengintip Calon Hotel Syariah di JIC Koja

Senin, 27 November 2017 | 09:30 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

Penampakan depan atau lobi calon hotel syariah
Foto : Muhammad Azzam

Mengintip Calon hotel syariah yang berdiri di sekitaran JIC Koja sejak 2015 lalu. Namun, pertama beroperasi, peruntukkannya sementara untuk wisma peserta Diklat PNS Pemprov DKI.

KOJA - Wacana pembangunan Hotel Syariah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta muncul setelah adanya penutupan Hotel Alexis. Nantinya penginapan tersebut, bertujuan untuk mendukung wisata syariah di Jakarta.

Rencananya hotel syariah berada pada bangunan milik aset Dinas Sosial DKI di sekitar Jakarta Islamic Center (JIC) Koja, Jakarta Utara.

Pada Jumat (24/11/2017) lalu, infonitas.com mendapatkan kesempatan untuk melihat lebih dekat fasilitas bangunan yang akan menjadi hotel syariah itu. Bangunan itu terdiri dari 11 lantai dan 150 kamar dengan standar hotel pada umunya.

Pada lantai pertama, peruntukkannya untuk resepsionis, kantor managemen, ruang kontrol, ruang makan dan kantin. Lantai kedua, terdapat kantor managemen, ruang-ruang rapat maupun ruang pertemuan dan juga ruang makan. Kemudian lantai tiga hingga 10 terhampar kamar tidur dan lantai sebelas ada dua kolam renang.

Untuk fasilitas kamar tidur ada jenis twin bed dan triple bed lengkap dengan ruang tamu. Penghubung antar lantai menggunakan lift dan tangga darurat.

Menurut Kepala Sekretariat JIC Ahmad Juhandi, bangunan ini memang sudah memiliki konsep syariah terlihat dari gaya arsitekturnya, di dalam kamar terdapat arah Kiblat maupun kolam renang yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Bangunan yang pengerjaannya konstruksinya mulai 2010 lalu, baru rampung pada 2013, dan mulai dimanfaatkan pada 2013 sebagai wisma untuk peserta Diklat Badan Pengembangan SDM Provinsi DKI Jakarta.

"Sementara digunakan untuk diklat PNS. Karena gedung diklat yang di Kuningan, Rasuna Said sedang dibangun. Nanti kalau gedung itu sudah rapi, selesai dibangun, PNS pindah ke sana. Nanti kabarnya akan dijadikan hotel halal atau hotel syariah," jelas Juhandi.

Meski begitu, masih ada beberapa bagian yang terlihat tidak terawat, bahkan cenderung rusak. Juhadi menyebut, tidak ada biaya perbaikan lantaran pemasukan dari wisma diklat PNS tersebut nihil.

"Kita dapat 10 Miliar rupiah itu untuk perawatan operasional dan kegiatan di Jakarta Islamic Center (JIC) secara keseluruhan, terus juga gaji-gaji para karyawan keamanan maupun kebersihan, kalau khusus untuk hotel tidak ada,"ungkapnya.

SEGERA DIOPERASIKAN

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, akan mengembangkan wisata halal atau halal tourism di berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Rencana itu mendapat respon dan dukungan dari berbagai kalangan. Salah satunya ustad Fairuz Al-Amin, pendakwah dan juga warga Koja Jakarta Utara. Ia mendukung rencana tersebut mengingat berbagai negara telah menerapkan dan mengembangkan konsep wisata halal.

"Negara yang mayoritas non muslim saja mereka giat menerapkan wisata halal masa kita sebagai mayoritas muslim tempat wisatanya jauh dari konsep syariah. Ya semoga cepat dikembangkan khususnya di hotel syariah di JIC ini,"ungkapnya.

Sementara Ahmadkhudaibi (30), warga Jakarta Utara yang rutin berkunjung ke JIC, mendukung rencana pembangunan atau penerapan hotel syariah di wisma JIC itu.

"Ya jadinya lengkap JIC sebagai pusat kajian dan kebudayaan Islam kalau ada hotel syariah nya jadi ketika ada acara mereka bisa menginap di hotel itu, jadi jadi sebagai wisata halal wisata rohani gitu. Semoga cepat terealisasi,"tutupnya.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Menanti Upah Layak 2018

Senin, 20 November 2017 | 16:30 WIB

Editor : Wahyu AH

Reporter : Wahyu

Massa SPSI Kota Kabupaten Bekasi siap memperjuangkan upah buruh layak, termasuk kenaikkan UMK Bekasi 2018 hingga sebesar 10 persen.
Foto : Leny Kurniawati

Buruh terus memaksa Anies-Sandi merevisi penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018. Mereka menilai, nilainya masih jauh dari layak.

JAKARTA – “Anies-Sandi Pembohong”. Kata-kata itu lantang diteriakkan para buruh saat berunjuk rasa di Balai Kota, Jumat (10/11/2017). Bahkan, hingga berulang-ulang dalam satu komando. Bukan tanpa sebab atau asal tudingan. Mereka merasa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno telah mengingkari kontrak politik soal upah layak.

Pada April  lalu, tepatnya saat kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, Anies-Sandi meneken kontrak politik dengan Koalisi Buruh Jakarta di Aula Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan. Kontrak itu dikenal dengan sebutan Sepultura atau Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat yang salah satu poinnya membahas besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Anies-Sandi berjanji akan menetapkan UMP lebih tinggi dari ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, melalui mekanisme Dewan Pengupahan, serta menetapkan upah sektoral, struktur dan skala upah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Sayangnya, pada Rabu (1/11/2017) malam, Anies mengumumkan bahwa besaran UMP DKI 2018 hanya Rp 3.648.035. Memang besarannya naik 8,71 persen, dari sebelumnya. Namun, tetap saja, masih di bawah tuntutan buruh, yakni Rp 3.917.398.

“Baru dua minggu jadi pemimpin saja sudah ingkar. Kami kecewa,” kata Arif, perwakilan buruh yang ditemui infonitas.com di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jumat (10/11/2017).

Rekan buruh lainnya, Tohenda berpendapat sama. Anies-Sandi terkesan menganaktirikan pendapat buruh. Mereka hanya melibatkan buruh untuk survei pasar terkait UMP pada 27 Oktober 2017, tetapi tidak mengajak berdiskusi dalam proses penetapannya.

“Pada 31 Oktober lalu telah ada penandatanganan kesepakatan, dengan mengajukan tiga angka. Dari pemerintah Rp 3,648 juta, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Rp 3,648 juta, dan buruh Rp 3,917 juta. Semestinya gubernur bijak, tetapi yang terjadi, pada 1 November tanpa berdiskusi dan memanggil perwakilan buruh, kedua pemimpin Ibu Kota itu menetapkan UMP 2018 sebesar Rp 3,6 juta,” tuturnya.

“Kita sangat kaget. Bagaimana hati seorang Gubernur apakah peduli terhadap buruh atau dia hanya mementingkan pengusaha karena kebetulan Sandi adalah pengusaha. Katanya kotanya maju terus buruhnya sejahtera,tapi mana buktinya, dia ingkar janji, dia bohong," lanjut, koordinator aksi buruh KIP tersebut.

Pemprov Menjawab

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyayangkan banyak masyarakat yang tidak setuju dengan besaran UMP DKI Jakarta.  Padahal, Pemprov DKI Jakarta sudah mencari jalan tengah hingga tercetus angka tersebut.

"Yah, ini yang kadang membuat sedih dan terenyuh, karena tentunya pengambil keputusan sudah mempertimbangkan berbagai faktor. Kami berusaha mengambil jalan tengah," ujarnya di Balai Kota, Jakarta, Kamis (2/11/2017) malam.

Menurut dia, ada 15 acuan yang digunakan dalam penentuan UMP. Namun, berdasar pertimbangan gubernur, jumlahnya mengerucut hingga hanya beberapa aturan saja.

Antara lain, PP 78/2015 dan hasil survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dirancang badan pengupahan.

“Survey KHL ini juga sempat revisi. Awalnya, hanya Rp 3,1 juta. Tapi unsur pekerja minta penambahan item KHL, seperti sewa kamar atau kos, transportasi, listrik. Ini pun dipakai hanya sebagai pembanding. Formulanya tetap PP 78/2015, dari pertumbuhan ekonomi triwulan III 2016 hingga triwulan II 2017 dan inflasi tahunan per September 2017,” tuturnya, Kamis (2/11/2017).

Sandiaga memastikan akan memegang teguh janjinya saat kampanye.
"Kami tidak akan pernah lari dari komitmen untuk menyejahterakan kaum pekerja. Kalau angka itu mau bilang fair apa enggak, punya posisi masing-masing, pemerintah memenuhi kewenangan, kami mengakomodir semua masukan, ini keputusan yang kami harapkan bisa bantu kaum pekerja,” imbuhnya.

“Yang pasti, kami hadir untuk berikan solusi. Dari penghasilan mereka dan penurunan biaya hidup teman-teman. Kalau dihitung adalah sebagai bukti bahwa Anies-Sandi berpihak ke kaum lemah, yang termarjinalkan," pungkasnya.

Serupa di Kota Penyangga

Tidak hanya di Jakarta, tarik ulur penetapan upah provinsi juga terjadi di kota-kota penyangga Ibu Kota. Bekasi contohnya. Dewan Pengupahan Kota Bekasi memutuskan Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi 2018 naik sebesar 8,71 persen. Dengan begitu, standar upah buruh di Kota Patriot naik menjadi Rp 3.914.933.

“Nilai yang lumayan besar,” kata Ketua Harapan Indah Business Women Club (HIBWC) Grace Rosaline Tjandra. Terlebih, bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dia khawatir, bila nilai itu dipukul rata, nasib para pelaku UMKM akan terkatung. “Tentu memberatkan. Mereka biasanya memberikan upah staf dengan tingkat kemampuan dan level. Jadi, tidak berpatokan UMK. Masih banyak juga UMKM kecil menengah semisal di Harapan Indah yang tidak mengikuti standar UMK Bekasi.

Ada baiknya, Pemkot Bekasi juga terus berupaya maksimal mendorong geliat bisnis UMKM sehingga bisa tetap eksis dan bisa memberikan lapangan pekerjaan dengan standar gaji yang layak. “Fokusnya ke pengembangan dan promosi. Apalagi, sekarang toko online mulai marak.”


 
 
 
Infonitas > Feature >

Sebulan Jadi Wakil Gubernur, Begini Style Sandiaga uno

Jumat, 17 November 2017 | 11:30 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Yatti Febriningsih

Wagub DKI Sandiaga Uno sehabis jogging, Jumat pagi.
Foto : Yatti Febriningsih

Sebelum terjun ke politik dan menjadi wakil gubernur, sosok Sandiaga Uno sudah menjadi perhatian. Pengusaha sukses dan putra dari mantan menteri.

JAKARTA – Hari ini, Jumat (17/11) tepat sebulan Sandiaga Uno berkantor di Balai Kota DKI Jakarta yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Jauh sebelum menjadi wakil gubernur, sosok putra Mien Uno ini beberapa kali menyita perhatian, terutama sepak terjang kesuksesan bisnisnya lewat bendera Saratoga investama bersama sejumlah koleganya, satu di antaranya Edwin Soeryadjaya.

Setelah menyita perhatian selama masa kampanye, sosok Sandi pun selalu mampu menarik perhatian sejak resmi menjabat sebagai wakil gubernur. Mulai dari aksi copot atribut pakaian dinas usai pelantikan, hingga kebiasaannya berlari menuju Balaikota DKI Jakarta. Berikut beberapa di antaranya.

Copot Atribut Usai Dilantik

Usai dilantik bersama Anies Baswedan di Istana Negara, Anies kemudian mengikuti gelaran pesta rakyat yang digelar malam harinya di Balaikota DKI Jakarta. Sandi mencuri perhatian lantran mencopot satu per satu atribut pakaian dinas yang digunakannya dalam pelantikan. Mulai dari topi, jas putih pakaian dinas, dasi, lencana, papan nama hingga sepatu.

"Saya sengaja melepas ini karena Wagub harus menyatu dengan rakyat, tidak ada jarak, menyapa rakyat dan menjadi bagian dari rakyat," ujar Sandi usai memberikan semua atributnya, di Balai kota DKI Jakarta, Senin (16/10). 

Langgar Pergub DKI Jakarta No.38 Tahun 2016

Hari pertama berkantor di Balai Kota, kembali Sandi menyita perhatian lantaran gaya berpakaiannya. Datang bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta mengenakan PDH berwarna cokelat. Sandi dinilai melanggar Pergub DKI Jakarta No.38 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas. Pangkalnya, Sandi tidak mengenakan sepatu pantofel warna hitam dan tidak mengenakan ikat pinggang. Hari itu, Sandi mengenakan sepatu lari 910 lansiran SandiUno, produk UMKM binaan OK OCE.

"Karena kadang-kadang kan pantofel susah buat jalan mobilisasi. Buat saya, kalau dirasa aturan itu udah nggak sesuai, ya harus diubah. Kalau misalnya ini, kan kita harus fleksibe,. Kalau kita nggak bisa lihat perkembangan zaman, kita akan ketinggalan. Saya masih cari karena mobilitas tinggi. Pagi-pagi saya lari, jadi ya nanti disesuaikanlah " ujarnya di Balai kota DKI Jakarta, Rabu (18/11/2017). 

Tidak hanya masalah sepatu yang menjadi perhatian, Sandiaga diketahui juga terlihat mengenakan sebuah gelang karet di pergelangan tangan kanannya. Namun, Sandi tetap mempunya jawaban sendiri ketika awak media coba mencari tahu soal gelang bewarna merah tersebut. “Gelang ini program yang saya support dari Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Bahwa kita harus ramah anak , perempuan. Karenna Indonesia ini adalah nomor 9 terburuk di dunia untuk keselamata perempuan dan anak. Jadi, ini bentuk kepedulian saya terhadap anak,” jelasnya.

 

Sayembara Sepatu

Terkait dengan kebiasaannya menggunakan sepatu kets yang menjadi sorotan, bahkan sempat ditegur oleh salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta. Sandi pun menggelar sayembara mencari pantofel yang cocok untuk dirinya. Sayembara ini langsung menuai perhatian, lantaran pemenangnya akan dikirm ke Italia untuk belajar membuat sepatu. Seluruh uang dalam sayembara ini berasal dari kantong pribadinya.

 “Sepatu saya tidak sesuai dengan Pergub No 23 tahun 2016. Terimakasih temen pers angkat terus, akhirnya saya ditegur salah satu pimpinan DPRD dan akhirnya saya putuskan melakukan sayembara sekalian juga untuk pompa bantu semangat UMKM yang gerak di bidang sepatu yang sedang lesu. Pemenangnya bisa dapat insentif bisa melihat kunjungan, tapi UMKM juga yang di Italia," katanya dalam acara launching sayembara sepatunya di creative hub, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (3/11).

Hidup Sehat dan Inspiring

Sebagai pengusaha yang kini terjun ke dunia politik dan birokrasi, gaya Sandi tentu langsung menyita perhatian. Latar belakang sebagai pengusaha sukses dengan wajah tampan, membuat Sandi banyak menuai pujian. Kemudian, hobi berlari ayah tiga anak ini juga menjadi perhatian. Bahkan, Sandi sempat berjanji akan selalu menyempatkan berangkan kerka ke kantornya dengan cara berlari. Dan selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI sebulan ini, Sandiaga membuktikan janjinya. "Kita memulai gerakan Run to Work gerakan ke kantor seminggu sekali, untuk mengurangi kemacetan sekalian melakukan pengecekan trotoar-trotoar dan hari ini dimulainya," kata Sandi di Monas, Jumat , (20/10).


 
 
 
Infonitas > Feature >

PN Bekasi, Eksekusi Lahan dan Jerat Harta Gono Gini

Kamis, 16 November 2017 | 14:45 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Leny Kurniawati

Suasana eksekusi lahan milik Umi Ana Rofiah di kawasan Delta Silicon, Kabupaten Bekasi.
Foto : Leny Kurniawati

PN Bekasi menetapkan status Sita Eksekusi dan Sita Marital dalam proses eksekusi lahan di Kawasan Delta Silicon di Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi.

BEKASI – Puluhan pria dari salah satu suku di Indonesia Timur tampak berjaga di balik pagar hijau yang mengelilingi bangunan dan tanah bekas pabrik seluas 2.528 meter persegi mili Umi Ana Rofiah di kawasan Delta Silicon, Lippo Cikarang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/11).

Mereka berjaga, lantaran siang kemarin petugas juru sita PN Bekasi akan melakukan eksekusi lahan dan bangunan tersebut, lantaran berstatus sita eksekusi. Lucunya, aset yang sama juga berstatus sita marital. Dan, kedua status tersebut sama-sama dikeluarkan oleh PN Bekasi.

Sempat terjadi ketegangan, meski akhirnya eksekusi tersebut berhasil dilaksanakan, setelah sebelumnya Wakapolrestro Bekasi AKBP Putu Putra Sadana berhasil meredakan ketegangan.

Eksekusi lahan berstatus ganda ini bermula dari perceraian antara Umi Ana Rofiah dengan sang suami Paul Stephanus. Pengacara Ana, Ahmad Junaedi menuturkan, status sita marital lebih dahulu ditetapkan atas lahan dan gedung tersebut, lantaran termasuk dalam pembagian harta gono-gini perceraian kliennya dengan Paul.

“Jadi begini, saat proses perceraian berlangsung, ada pembagian harta gono-gini sesuai dengan putusan PN Surabaya, dimana lahan dan gedung tersebut masuk di dalamnya. Karena lokasinya di Kabupaten Bekasi, maka penetapannya lewat PN Bekasi yang kemudian meletakkan stastus Sita Marital berdasarkan Penetapan No.03/MB.Del/2017/PN.Bks jo Nomor 560/Pdt/G/PN.Sby tertanggal 24 Maret 2017,” paparnya, Kamis (16/11).

Permasalahan menjadi rumit setelah belakangan diketahui tanah dan bangunan tersebut sebelumnya sudah dijaminkan oleh Paul ke salah satu bank swasta nasional untuk memeroleh dana pinjaman, sebelum proses perceraian berlangsung. Ironisnya, Paul tidak bisa melunasi pinjamanna dan berujung pada penyitaan. Oleh Bank, aset tersebut dilelang dan dimenangkan oleh PT Citra Langgeng Sentosa. Namun, hingga akhirnya dieksekusi, lahan dan bangunan tersebut belum bisa dimanfaatkan oleh pemenang lelang.

Jadilah status lahan dan bangunan yang ditaksir memiliki nilai sebesar Rp 19 miliar tersebut makin rumit, setelah pemenang lelang melakukan gugatan dan memenanginya, sehingga PN Bekasi menetapkan stastus sita eksekusi. “Kien kami keberatan dengan eksekusi, karena masih mempunyai hak atas aset tersebut yang merupakan bagian gono-gini dan sudah ditatapkan sita marital. Ini kan berarti plin-plan, ada status sita marital, ada status sita eksekusi. Ini yang akan kami laporkan ke Mahkamah Agung,” tegas Junaedi.

Menurut Junaedi, sita mariital atas lahan dan bangunan ini adalah putusan PN Surabaya. PN Bekasi hanya didelegasikan melakukan sita marital. Biarkan kasus sita marital berjalan. PN Bekasi melakukan eksekusi atas putusan lelang. Junaedi melanjutkan, atas lelang yang dilakukan bank dan PN Bekasi, pihaknya mengaku keberatan dan sudah diajukan, namun diacuhkan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Bahkan, pemenang lelang juga sudah bisa melakukan balik nama status lahan dan bangunan tersebut di BPN Bekasi.

“Nilai lelangnya juga jauh di bawah ketetapan Menteri Keuangan, bahwa nilai lelang tidak boleh terlalu jauh dari nilai pasar. Ini nilainya sekira 19 miliar, sementara harga lelangnya hanya sekira Rp 6 miliar. Makanya kami akan perjuangkan eksekusi lahan oleh PN Bekasi yang banyak kejanggalan ini hingga titik darah penghabisan,” tegasnya.


 
 
 
Infonitas > Feature >

Keseruan Festival Kuliner Archipelago International di Bekasi

Selasa, 14 November 2017 | 15:30 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Leny Kurniawati

Konferensi pers penyelenggaraan Festval Kuliner Archipelago International.
Foto : Leny Kurniawati

Sebagai festival kuliner internasional, kegiatan ini juga dihelat oleh Achipelago International di Aston Kuta Hotel & Residence serta Aston Yogyakarta.

BEKASI - Archipelago International, perusahaan manajemen hotel dengan perkembangan tercepat di Indonesia, dengan bangga mengumumkan kembalinya Festival Kuliner tahunan, yang akan diadakan di Aston Imperial Bekasi Hotel dan Conference Center.

"Sebagai salah satu event terbesar di Archipelago International, Festival Kuliner kembali menghadirkan para chef dan bartender yang bertalenta dan juga pengagas F&B yang berasal dari lebih dari 130 hotel dibawah manajemen Archipelago International. Kompetisi tahunan akan menghadirkan talenta dan bakat para partisipan kedalam pertarungan memperebutkan gelar terbaik di dalam tiga kategori yang berbeda, termasuk Kompetisi Memasak ‘Black Box’, Kreasi Koktail & Moktail, dan Kompetisi Konsep Food Truck," ungkap A.S Windoe selaku Coirporate Executive Chef West Indonesia.

Menurut Windoe, kompetisi Memasak ‘Black Box’ akan memberikan setiap kontestan sebuah kotak yang berisi bahan-bahan yang sama. Tantangannya tersebut yaitu guna menghasilkan masakan yang lezat dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di dalam kotak saja. Ketika bahan tersebut diberikan, setiap kontestan diberikan batas waktu untuk menciptakan menu mereka dan mempersiapkan masakannya.

"Kreasi Koktail & Moktail adalah sarana spesial bagi para bartender untuk menguji kemampuan serta memperlihatkan keahlian dan bakat mereka dalam membuat  ramuan koktail dan moktail. Kontestan akan menyajikan koktail & moktail hasil kreasi mereka kepada para juri," tuturnya.

Lanjut Windoe, untuk kompetisi Konsep ‘Food Truck’ adalah tantangan terbaru yang secara khusus dibuat untuk acara tahun ini. Terinspirasi dari perkembangan tren terbaru di dunia kuliner urban Indonesia, setiap kontestan akan menunjukkan talenta mereka dalam membuat kudapan atau makanan ala Food Truck terbaik dan paling kreatif yang dapat disajikan. Mereka juga harus menunjukkan bakat mereka dalam mengolah makanan selama kompetisi berlangsung.

Sementara itu, para juri yang ikut serta dalam kompetisi tahun ini termasuk di dalamnya level manajemen tertinggi di Archipelago International, seperti CEO dan President John M. Flood, Director of Operations Winston Hanes dan juri MasterChef dan Top Chef Indonesia Vindex Tengker.

"Kami sangat tidak sabar untuk menyambut acara terbesar tahun ini dengan menampilkan bakat dan kreativitas dari para chef dan bartender kami. Setiap tahun, kualitas dan kreativitas makanan dan minuman yang ditampilkan tidak pernah gagal untuk membuat saya kagum. Berbagai pilihan menu yang ada di seluruh hotel kami lezat, tapi melalui kompetisi ini, kami memberi mereka kesempatan untuk membuat suatu kejutan dan menunjukkan talenta mereka, hal tersebut adalah salah satu kebanggaan kami,” ujar Winston Hanes, Director of Operational Archipelago Internasional.

Para partisipan yang mewakili seluruh brand yang berada di bawah manajemen Archipelago International berhak untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang diadakan di tiga lokasi yang berbeda. Kompetisi pertama telah diadakan di Aston Kuta Hotel and Residence pada tanggal 21 Oktober 2017 untuk hotel yang berada di kawasan Indonesia Timur, diikuti dengan Grand Aston Yogyakarta pada tanggal 4 November 2017 untuk hotel yang berada di kawasan Indonesia Tengah, dan penutup kompetisi diadakan di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center pada tanggal 14 November 2017 untuk hotel yang berada di kawasan Indonesia Barat.

Para pecinta kuliner dan sosial media dapat memilih pemenang favorit Festival Kuliner Archipelago International versi  mereka dengan mengikuti cerita di Instagram atau menggunakan tagar #CulinaryFestive2017 dan #ArchipelagoInternational. Orang pertama yang berhasil menebak pemenang akan memenangkan uang tunai sejumlah Rp 5 juta yang diumumkan pada akhir acara. 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Dilema UMK Bekasi vs Kelayakan Upah Buruh

Kamis, 9 November 2017 | 10:00 WIB

Editor : Fauzi

Reporter : Leny Kurniawati

Massa SPSI Kota Kabupaten Bekasi siap memperjuangkan upah buruh layak, termasuk kenaikkan UMK Bekasi 2018 hingga sebesar 10 persen.
Foto : Leny Kurniawati

Regulasi penetapan UMK Bekasi tumpang tindih. Upah Buruh yang ditetapkan merupakan standar untuk buruh yang masih lajang.

BEKASI – Jarum jam menunjukkan pukul lima sore, saat Haryanto (35) asyik menyeruput segelas kopi ditemani 2 potong goreng, di salah satu sudut Kantor Dinas Sosial Kota Bekasi, Rabu (8/11). Mata dan jarinya sesekali disibukkan dengan telepon seluler miliknya. Tak jarang jidatnya mengerut sambil bergumam pelan. Ya, Haryanto tengah menunggu teman-temannya sesama buruh yang tergabung dalam SPSI Kota Kabupaten Bekasi yang tengah membahas UMK Bekasi 2018 di Dinsos Kota Bekasi. Seringkali dipandang sebagai kelas masyarakat pekerja, penetapan upah buruh pada kenyataannya menyita waktu dan bisa memerangruhi roda perekonomian.

“Ini masih ngikutin perkembangan UMK Kota Bekasi mas. Masih dirundingkan kata teman di SPSI, jadi masih harus menunggu dulu. Yah, lumayan deg-degan lah nunggunya berapa nanti yang akan kita terima, kan sudah bisa dihitung,” jelas pria satu anak yang bekerja di salah satu pabrik produsen mie ini.

Sehari-hari, Haryanto bekerja sebagai tenaga administrasi, termasuk bersentuhan langsng dengan pada pemasok terigu untuk bahan baku produksi tempatnya bekerja. Sehari ini bekerja selama delapan jam dengan 6 hari kerja seminggu. “Ya termasuk kurang. Kalau dibilang defisit, ya defisit,” tukasnya.

Pria yang tinggal di Ujung Harapan, Kota Bekasi ini menuturkan, kendati memeroleh berbagai tunjangan dari perusahaan, nominal keseluruhannya yang tidak mencapai Rp 500 ribu dirasa jauh dari mencukupi bagi pekerja yang sudah berkeluarga seperti dirinya. “Standar upah layak yang dipakai saat ini merupakan standar bagi pekerja lajang. Kalau yang sudah berkeluarga seperti saya, ya kurang relevan mengikut upah minimum,” sungutnya.

Tak hanya soal standar, Haryanto pun menyayangkan tumpang tindihnya regulasi dan landasan hukum dalam menetapkan upah buruh yang dipakai oleh Dewan Pengupahan dalam menetapkan UMK Bekasi. “Peraturan yang pertama menggunakan aturan Kementerian Ketenagakerjaan, itu baik bagi pekerja. Nah satu lagi, PP No.78 tahun 2015. Di situ komponen kebutuhan hidup layak pekerja dikesampingkan. Itu yang terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Haryanto mengakui jika kondisi saat ini pun tidak terlalu bersahabat bagi seluruh sektor bisnis. Namun di sisi lain, jika kenaikkan beragam harga kebutuhan tidak diikuti dengan kenaikkan upah, tentu akan menyusahkan pekerja dengan keluarganya. “Tapi kalau naiknya cuma Rp 100 ribu – Rp 200 ribu, sama saja kami harus menerima kenyataan pahit,” getirnya.

Bersama rekan-rekannya, Haryanto terus berjuangan dan berharap upah buruh bisa disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak. Selama ini, buruh sudah lama menunggu besaran UMK Bekasi belum seperti yang diharapkan. “Kami sudah capek selama ini kepentingan dan masukkan buruh hanya ditampung, tidak diakomodir. Pemerintah baru mengakomodir keinginan perusahaan saja,” kesalnya.
 


 
 
 
Infonitas > Feature >

Kepuasan Konsumen Motto Utama Penyedia Jasa Desain Interior

Rabu, 8 November 2017 | 15:00 WIB

Editor : Nurul Julaikah

Reporter : Muhammad Azzam

Konsep desain dari Cipta Graha
Foto : istimewa

Pelaku usaha penyedia jasa desain interior di kawasan Kelapa Gading dan Sunter lebih mengutamakan kepuasan konsumen. Caranya, mengikuti segala permintaan klien dengan rutin menjalin komunikasi pada setiap detail pengerjaan.

KELAPA GADING - Perkembangan desain interior memang tak akan berhenti sampai disini. Tren desain interior akan selalu melahirkan sesuatu yang baru dan segar. Juga tak dapat dipungkiri bahwa tren desain interior yang lebih ramah lingkungan akan terus mendominasi hingga waktu yang sangat lama. Lantas bagaimana dengan perusahaan yang menyediakan jasa desain interior di Kelapa Gading dan Sunter.

Cipta Graha

Cipta Graha perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, desain interior, dan pembangunan selalu ingin memberikan kepuasan kepada klien saat menggunakan jasanya. Selalu memberikan desain yang eksklusif dengan bangunan berkualitas dan harga yang pantas, menjadi sebuah komitmen sang pemilik Cipta Graha Bambang Ekajaya.

Agar hasil sesuai selera dan diharapakan klien, maka dibutuhkan komunikasi yang baik. Terkadang interpretasi orang berbeda terkait bentuk desain. Terlebih ada klien belum tahu wujudnya seperti apa, hanya bayang-bayang. Untuk itu, tugas penyedia jasa desain interior adalah menjelaskan komposisi desain dengan detail agar klien tidak memahaminya sepotong-potong.

Toh pada akhirnya klien kan melihat hasil akhir desain itu sendiri," kata ungkap pria yang aktif selama 21 tahun di Perusahaan Persatuan REI DKI Jakarta.

Sebagai penyedia jasa desain interior wajib memberikan kepuasan kepada konsumen. Yakni memberikan hasil desain dari setiap pengerjaannya dengan detail. Sehingga tidak sekadar dibangun tetapi memperhatikan proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan secara rinci, serta memiliki keindahan. Tentu saja kualitas yang baik dan harga pantas. Komitmen kepada klien dan kepemilikan modal yang cukup.

Tantangan penyedia jasa desain interior ke depan lebih besar. Yakni mengembangkan bisnis serta menghadapi persaingan. Pastikan pengetahuan dan skill tentang bisnis desain interior agar tidak terlindas oleh para pesaing.

Alucraf Architectural Product

Sopheline Suparman, owner Alucraf Architectural Product mengatakan, masyarakat sudah meninggalkan kayu dan besi untuk bahan eksterior dan interior pada rumah mereka. Hampir 90 persen masyarakat beralih menggunakan bahan alumunium untuk rumahnya. Sejak awal hadir pada 2010, minat masyarakat semakin tinggi menggunakan alumunium sebagai bahan eksterior dan interior. Seperti kusen pintu, jendela, pintu panel, atap buka tutup, swing jungkit, pagar, dan lainnya. Untuk harga memang terbilang lebih mahal dari pada besi maupun kayu tapi kalau dilihat untuk jangka panjang, tentunya aluminium akan terasa lebih murah.

“Kalau kayu sulit mendapatkannya, cepat rusak juga. Karena rayap. Besi pun demikian, cepat keropos, karatan, dan catnya mudah kusam. Beda dengan alumunium. Kuat, tahan lama, tidak keropos ataupun catnya pudar. Bisa dibilang no maintenance. Bisa awet selamanya. Bahkan, kalau pindahan pun masih bisa dipakai. Tinggal cabut, lalu pasang lagi,” ungkap pemilik perusahaan yang bergerak di bidang produksi, penjualan, dan pemasangan alumunium ini.

Perusahan yang berdiri sejak 2010 dan bergerak di bidang produksi, penjualan, dan pemasangan alumunium. Fokus market pada penjualan bahan alumunium untuk keperluan eksterior maupun interior. Seperti kusen pintu, jendela, pintu panel, swing jungkit dan pagar.

H’afele Indotama

H’afele Indotama, perusahaan penyedia jasa interior di kawasan Sunter ini merupakan pelopor dalam dunia furnitur teknologi. Mengedepankan riset bidang teknologi furniture, sehingga setiap meter persegi dari ruang yang tersedia dapat mereprentasikan inovasi dan teknologi kualitas Jerman. Managing Director H'afele lndotama Roland Poehlmann mengatakan, Hafele hadir di Indonesia sejak 1995 dan dikenal oleh para desain interior, perusahaan furnitur hingga dealer. Fokus sales di tahap awal kepada toko retail, produsen furniture hingga pengelola hotel dan apartemen.

“Selama ini kami mendukung industri furnitur lokal hingga mampu menghasilkan produk kualitas premium dan mampu bersaing di pasar global,” kata Roland.

Salah satu teknologi yang paling ditonjolkan adalah sistem laci berkualitas premium yang dirancang khusus, NovaPro Scala. Berbagai desain disesuaikan dengan keinginan pengguna. Ragam pilihan yang diberikan Scala menawarkan solusi yang sederhana dan dapat digunakan dalam waktu yang lama. Hafele  memberikan solusi untuk ruang terbatas dengan fungsi maksimalis. Desain ruangan tetap nyaman, terasa lega, tampil chic, dengan memanfaatkan seoptimal mungkin fungsi dari tiap furnitur. Dengan slogan ‘More life per m2’, menawarkan solusi furnitur untuk rumah tangga abad ke-21.